Teriakan Para Pengunjuk Rasa Di Kabupaten Bekasi : Pemilihan Ulang Kades Dan Para Guru Honorer Minta Di SK Bupati

author
Penulis: 
414 dilihat

MutiaraindoTV, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat. Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Bekasi akhir – akhir ini sering di penuhi ratusan pengunjuk rasa, pada tanggal 06 September 2018 pengunjuk rasa dari pendukung dan simpatisan Kepala Desa yang mengalami kegagalan dalam Pilkades Tahun 2018 tanggal 26 Agustus lalu.

Mereka menuntut di lakukannya Pilkades ulang kepada Bupati Kabupaten Bekasi, karena di nilai panitia banyak melakukan kesalahan dalam Pilkades Tahun 2018 serentak. Dan kali ini giliran dari Guru Honorer yang melakukan unjuk rasa di depan Kantor Pemerintahan Kabupaten Bekasi. Selasa, 25 september 2018.

Ratusan Guru Honorer memenuhi halaman Kantor Bupati yang berlokasi di wilayah Delta Mas Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi setelah pengunjuk rasa dari hari Senin hingga hari Selasa dan sampai malam hari mereka berunjuk rasa di depan Kantor Bupati. Guru Honorer yang sepatutnya kita hargai dan juga kita cintai, sebagai pembimbing Anak – Anak kita di sekolah. Tidak lah pantas pemandangan ini di saksikan, khalayak banyak untuk di pertontonkan.

Unjuk rasa yang dilakukan para Guru Honorer bukan tidak beralasan, mereka mengaku sudah bertahun – tahun menjadi Guru Honor yang tak kunjung di SK kan oleh Bupati untuk menjadi PNS. Bahkan untuk kesejahteraan para Guru Honorer pun sudah tidak lagi di prioritaskan, mereka hanya terima 1,2 juta perbulan.

Mereka menuntut untuk dinaikannya upah mereka, saat melalui proses yang panjang dengan mereka berunjuk rasa, perwakilan dari para Guru Honorer akhirnya dipersilahkan masuk untuk berdialog dengan Bupati Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat Hj. Neneng Hasanah Yasin.

Hj. Neneng Hasanah Yasin seraya kesal menerima para pengunjuk rasa, tetapi tetap saja ia bertanggung jawab sebagai Kepala Daerah yang saat ini di jabatnya. Semua tuntutan para Guru Honorer seperti soal SK (Surat Keterangan) Bupati, untuk bisa mengangkat tenaga Guru Honorer. Lalu tuntutan gaji para Guru Honorer yang masih dibawah upah minimum regional (UMR), yakni sebesar Rp. 1,2 juta.

Dengan nada tinggi Hj. Neneng Hasanah Yasin mengatakan, hal yang kurang pantas di depan para Guru Honor tersebut. Kalian jangan pernah lagi bicara gaji UMR/UMK, kalau ada duitnya mun sabaraha oge, bilang aja lu minta berapa gue kasih. Bahasa yang tidak sepantasnya dilontarkan kepada Pembimbing, sehingga membuat para Guru Honorer itu mengelus dada.

Lanjut Hj. Neneng Hasanah Yasin, beban daerah semakin tinggi karena jumlah honorer di Kabupaten Bekasi dari 8 ribu sekarang mencapai 10 ribu. Dan saya berfikir untuk stop, tidak ada lagi penambahan Guru Honorer. Jelas ini beban bagi keuangan daerah, apa kalian tidak berfikir sejauh itu. Dikit – dikit demo, memang kalau kalian berdemo beban keuangan daerah berkurang. “Ucapnya dengan lantang.

Jika ini di biarkan bisa mencapai 15 ribu jumlah Guru Honorer, semakin banyak jumlah Guru Honorer beban daerah juga menjadi banyak. Kesejahteraanya semakin susah di jangkau, kalau jumlah Honorer sedikit. Maka Pemerintah bisa mengatur kesejahteraan Honorer, “geram Neneng.

Sambung Neneng, jangan kalian fikir dengan berunjuk rasa saya akan menuruti kemauan para Guru Honorer. Yang akan saya katakan NO, karena saya paling tidak suka di tekan. “Tegasnya.

Perwakilan dari Guru Honorer seraya kecewa dengan ucapan – ucapan Seorang Pemimpin Daerah itu memberikan pertanyaan kepada Bupati, “kenapa Bupati tidak berani menandatangani SK pengangkatan Guru Honorer. Tetapi  Walikota daerah lain, seperti Kota Bekasi, Kota/Kabupaten Bogor, Kota/Kabupaten Sukabumi berani menandatangani. “ucap salah satu Guru Honor, yang tidak mau menyebutkan namanya. Kalau saya tidak mau teken kalian mau apa?, “jawab Neneng kesal”. (Erna Sk)

Berita Terbaru, Kabar Desa

Posting Terkait

Permalink ke KPU Mura Gelar Audiensi Laporan Tahapan Pilkada Bersama Bupati
KPU Mura Gelar Audiensi Laporan Tahapan Pilkada Bersama Bupati
Mutiaraindotv, Posko Covid-19 – Musi Rawas, Komisioner Komisi Pemilihan Umum
Permalink ke Bupati Tinjau Kesiapan Puskesmas Kelingi IV C Dan Puskesmas Megang Sakti, Persiapan New Normal
Bupati Tinjau Kesiapan Puskesmas Kelingi IV C Dan Puskesmas Megang Sakti, Persiapan New Normal
Mutiaraindotv, Megang Sakti – Sumatera Selatan, Dalam mempersiapkan Era New
Permalink ke Tim Opsnal Satreskrim Polres Mura Berhasil Membekuk Begal Bersenpi Di Kebun Sawit
Tim Opsnal Satreskrim Polres Mura Berhasil Membekuk Begal Bersenpi Di Kebun Sawit
Mutiaraindotv, Polres Musi Rawas, Tim Opsnal Satreskrim Polres Musi Rawas
Permalink ke Kapolda Sumsel Makan Bareng Para Personil Di Mapolda
Kapolda Sumsel Makan Bareng Para Personil Di Mapolda
Mutiaraindotv, Polda Sumatera Selatan, Sikap seorang Pemimpin yang Religius dan

Tinggalkan pesan

Ragam & Peristiwa

Buntut Pelaporan Investasi Bodong, LQ Indonesia Lawfirm Mensinyalir Ada Upaya Pembungkaman
MUTIARAINDOtv.com (Jakarta)-Pelaporan yang dilakukan Nasabah PT Mahkota Properti Indo
Diduga Kebal Hukum, Pelaku KDRT Masih Bebas Berkeliaran
  Korban KDRT ,Silvia Lestari Mutiaraindotv.com.  ( Situbondo- Jawa
Bharata Sena Bantu Warga Terdampak Covid19 Di Bekasi
Mutiaraindotv.com (Kabupaten Bekasi)-Alumni AKABRI 96 Bharata Sena peduli kemanusiaan
RSU DR. Ashari Siap Lakukan Swab Covid-19 Mandiri
MutiaraindoTV, Kabupaten Pemalang – Jawa Tengah. Pemerintah Daerah Kabupaten