16 Jiwa Warga Jumpo Di Kampung Wonosari Mendapatkan BLT Dana Desa Tahap I

Mutiaraindotv, Bener MeriahSebanyak 16 jiwa warga Jumpo di Kampung Wonosari, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa tahun 2020. Jum’at, 22 Mei 2020.

Penyaluran BLT yang berlangsung di Aula Kantor Desa Wonosari yang dipimpin langsung oleh Reje Kampung Wonosari Rakimin, didampingi oleh Pendamping Lokal Desa Fauzan Usman.

Dan juga dihadiri langsung oleh Babinsa Koramil 01/ Bandar Seda Heri Surianto, Babin Kantipmas Polsek Bandar Bribka Ardian dan juga seluruh Relawan Covid- 19 di Kampung Wonosari.Dalam sambutan Reje Kampung Winosari Rakimin, menyampaikan Penyaluran Dana BLT tersebut telah melalui proses musyawarah yang telah dilakukan Aparatur Kampung bersama Petue Kampung. Dan juga berdasarkan hasil musyawarah, maka keluarlah nama-nama sebagi Penerima BLT dari  Dana Desa tersebut.

” Sebelumnya kita sudah melakukan musyawarah bersama seluruh Aparatur kampung dan Petue. Sehingga pada hari ini kami selaku Aparatur Kampung sudah dapat menyalurkan Dana BLT tahap pertama senilai Rp. 600.000,- / jiwa yang kita proritaskan kepada warga kita yang sudah Jumpo dan kurang mampu. Yang mana dalam kondisi saat ini memang sangat membutuhkan “, ucap Rakimin.

Ada 16 jiwa orang tua Jumpo yang menerima Bantuan Langsung Tunai tahap pertama ini, dan insya Allah akan berjalan selama tiga bulan kedepan sesuai Peraturan Pemerintah dalam hal pengelolan Anggaran Dana Desa tahun 2020 ini, jelas Rakimin.

Selain itu Rakimin juga, berharap agar Dana tersebut dapat di manfatkan seperlunya. Tentunya kita berharap dengan adanya BLT ini dapat sedikit membantu meringankan beban Ekonomi mereka. Apalagi ini momennya memang bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri, harap Rakimin selaku Reje Kampung Wonosari.

Sementara itu Pendamping Lokal Desa Fauzan Usman, saat dikonfirmasi Media Mutiaraindotv, menyampaikan. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Desa melalui UU No. 6 Tahun 2020, dan Peraturan Menteri Keuangan No. 40 yang telah diubah oleh Peraturan Menteri Desa No 50, tahun 2020 tentang tata cara Pengelolaan Dana Desa.

” Ada tiga Proritas Pengunaan Dana Desa, yang pertama yaitu :

  1. Mengalokasikan Anggaran Dana Desa untuk Penanganan Covid- 19, dan
  2. Pemberian Bantuan Langsung Tunai kepada masyarakat sesui dengan kriteria yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat, kata Fauzan.

Dilanjutkan oleh Regulasi yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, yang mana Kriteria tersebut sudah kita sampaikan kepada Pemerintah di tingkat Kampung dan juga kepada lapisan masyarakat kita, ucapnya.” Kemudia yang terakhir, padat karia tunai, yang mana padat karia tunia ini adalah juga salah satu kegiatan Proritas yang harus dilaksanakan oleh masyarakat dan seluruh Aparatur Kampung “, jelas Fauzan.

Lebih Lanjut Fauzan juga menyampaikan, tentang tata cara Pemberian Bantuan Langsung Tunai. Dan iya juga sampaikan agar didalam memberikan Bantuan hendaknya setiap Aparatur Kampung dapat melakukan Musyawarah terlebih dahulu.

Pemberian BLT ini memang harus betul-betul melakukan musyawarah yang sangat selektif oleh Aparatur Kampung. Dari hasil seleksi nantinya akan kita sampaikan kepada Pemerintah ditingkat Kecamatan untuk selanjutnya kita sampaikan ke tingkat Kabupaten dan langsung ke Pemerintah Pusat, jelasnya.

Saat ditanya ada berapa kreteria yang mendapatkan BLT tersebut Pendamping Lokal Desa Fauzan Usman menjelaskan, berdasarkan intruksi Kementerian awalnya ada 14 kreteria. Namun berdasarkan kondisi kita di Daerah masing – masing. Sehingga didalam Regulasi yang telah dikeluarkan oleh bapak Bupati Kabupaten Bener Meriah maka dijadikan 3 kreteria, terang Fauzan.Adapun kreteria yang mendapatkan BLT adalah :

  1. Masyarakat yang kehilangan Mata Pencarian, dan
  2. Masyarakat yang belum terdata.

Nah artinya dari masyarakat yang belum terdata ini adalah, masyarakat yang belum terkaper oleh Porgaram PKH, kemudia BPMT dan Kartu Prakerja yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial, jalasnya Fauzan Usman, selaku Pendamping lokal Desa. (Pujo).

editor ” Awi “.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *