2 Bupati Diantar Bupati Musi Rawas Utara Dan Bupati Musi Banyuasin Tutup Mata Atas Rusaknya Aliran Sungai Akibat PT. SSL

 

MutiaraindoTV, Kabupaten Musi Rawas Utara – Sumatera Selatan. Team koordinator JPKP Moh. Sancik dan dua warga desa yang di rugikan oleh PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL) yaitu Kabupaten Musi Rawas Utara dan Kabupaten Musi Banyuasin, melaporkan secara tertulis terkait perusakan alam dan aliran sungai di Desa Batu Kucing yang berbatasan dengan Desa Pauh, Kecamatan Beringin Teluk, Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan. Selasa, 24 Juli 2018.

Yang di duga telah merusak aliran sungai yang digunakan sebagai aktifitas masyarakat sehari – hari (mencuci, mandi, dan air bersih), warga Sungai Petai Desa Ngunang, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Adapun dampak kerusakan aliran sungai:

– Air jernih menjadi keruh akibat dari pengusuran lahan oleh Sub. Kontraktor LC buka lahan PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL).

– Akibat limbah dari lupuk dan tanaman sawit di sepanjang sungai warga sekitar mengalami alergi gatal – gatal.

– Warga Sungai Petai untuk saat ini mengalami kerugian baik kesehatan dan kebutuhan hidup sehari – hari, yang kebingungan untuk melakukan Aktifitas seperti mandi, mencuci dan air bersih.

Kesalahan dari pihak Sub. Kontraktor dalam pembukaan lahan PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL) di Desa Batu Kucing Kabupaten Musi Rawas Utara, menanam bibit sawit menyimpang dari ketentuan titik lokasi penanaman yang di ajukan PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL) dalam laporan pembuatan izin dengan dua Bupati Musi Rawas Utara dan Bupati Musi Banyuasin.

PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL) menanam sawit di bibir sungai di area arus Sungai Bagian Atas, yang berdampak sepanjang aliran sungai jadi keruh yang berwarna seperti lumpur mengalir. Ditambah lagi kerusakan aliran sungai oleh PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL), akibat dari limbah pupuk ektisida, herbisida mengalir ke sungai di saat turun hujan yang berdampak warga Sungai Petai mengalami penyakit gatal – gatal.

Ditambahkan pelapor dari Lembaga JPKP, bahwa pihak PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL) bukan hanya merusak aliran sungai Petai saja, tapi upah buruh harian lepas (BHL) dengan waktu Kerja Jam 07:30 sampai pukul 15:00 WIB. Hanya dibayar UMR Rp. 70.000./hari, yang tak sesuai dengan Pergub Provinsi Sumatera Selatan.

Sedangkan tuntutan warga Talang Sungai Petai yang PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL) terletak di Desa Batu Kucing, yang berbatasan dengan Desa Pauh diantara dua wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara dan Kabupaten Musi Banyuasin, meminta pertangung Jawaban PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL) diantaranya :

– Agar Pihak PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL) membangun sumur setiap rumah 1 unit untuk aktifitas warga sebagai mencuci, mandi dan air bersih.

– Memberikan Santunan bagi masyarakat untuk biaya lengobatan bagi warga yang tekena penyakit kulit, dampak dari limbah tanaman sawit.

– Memperbaiki aliran sungai dengan sistem lengelolaan penghijauan kembali di sepadan sungai agar tidak menjadi dampak reboisasi alam di saat turun hujan.

–  Mengembalikan atau membuat alternatif lain pemecahan dari kerusakan aliran sepadan sungai yang telah di tananami bibit sawit.

Dimana amdal dan siapa yang mengeluarkannya diantara dua Kabupaten tersebut, akibat dari kerusakan alam dan aliran Sungai Petai yang dilakukan oleh PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL) berdampak sangat banyak baik itu. Yang di rasakan warga Sungai Petai bagi kehidupan sehari – hari, serta habitat penghuni sungai seperti ikan dan tanaman sekitar sungai.

Yang jadi pertanyaan taem MutiaraindoTV ke pelapor dan warga sekitar Lokasi PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL) diantaranya :

– Lokasi PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL) yang terletak di Desa Batu Kucing yang berbatasan dengan Desa Pauh Kecamatan Beringin Teluk Kabupaten Musi Rawas Utara.

– Warga yang di rugikan di aliran sungai di Dusun Talang Petai Desa Ngunang Kecamatam Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin, yang sebagai penghidupan ratusan kepala keluarga sebagai sumber air minum, mencuci dan mandi.

– Sudah hampir + 4 Tahun pencemaran lingkungan sepanjang aliran sungai di Dusun Talang Petai Desa Ngunang Kecamatam Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin, Akibat dari PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL) yang telah merusak bagian atas sungai yang berbatasan antara Desa Batu Kucing dengan Desa Pauh KabupatenMusi Rawas Utara.

Kenapa Kedua Kepala Daerah dan DPRD diantaranya Bupati Musi Rawas Utara H. Syarip Hidayat dan Ketua, serta Anggota DPRD, OPD Dinas Perkebunan dan Pertanian, Perikanan, Lingkungan Hidup, Perizinan Kabupaten Musi Rawas Dan Bupati Musi Banyuasin Dody Reza dan Ketua, serta Anggota DPRD, OPD Dinas Perkebunan dan Pertanian, Perikanan, Lingkungan Hidup, Perizinan Kabupaten Musi Banyuasin tidak ada Penindakan secara Tegas Terhadap PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL) tersebut.

Warga di sepanjang Sungai Petai di Dusun Talang Petai Desa Ngunang Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin, serta Warga Desa Batu Kucing berbatasan dengan Desa Pauh Kecamatan Beringin Teluk (Rawas Ilir) Kabupatem Musi Rawas Utara.

Mendesak Kepada dua Kepala Daerah dan DPRD, serta Gubenur Sumatera Selatan Alex Noerden, serta Kementrian Pertanian dan Lingkungan Hidup. Untuk mencabut Izin bagi PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL) yang telah merusak alam dan aliran sungai, harapan warga di dua Desa kepada dua Media Online. Yaitu MutiaraindoTV dan Tribunnews1.com, untuk melanjutkan permasalahan ini ke Tingkat Kementrian.

Jangan sampai ada lagi keributan antara warga dengan pihak PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL), dan Jika perusahan tersebut memiliki izin. Siapa saja yang terlibat mengeluarkan izin tersebut, dapat di proses secara hukum dan undang – undang berlaku. Jangan sampai kami sebagai warga melakukan kriminalisasi terhadap lerusahan tersebut, harapan – harapan warga desa yang dirugikan PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL). (Barmawi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *