4,1 Kilogram Sabu, 2.157 Butir Ekstasi Dimusnakan Dipolda Kalbar

MutiaraindoTVKabupaten Pontianak – Kalimantan Barat. Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Kalimantan Barat dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimanta Barat kembali memusnahkan barang bukti Narkoba, hasil pengungkapan 7 kasus Narkoba dengan 16 tersangka laki – laki dan 2 tersangka wanita, Rabu 17 Oktober 2018, pemusnahan dilakukan di Aula Balai Kemitraan Mapolda Provinsi Kalimantan Barat.

Nampak hadir dalam acara tersebut Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Irjen Pol Drs. Didi Haryono SH., MH, didampingi Direktur Narkoba Polda Provinsi Kalimantan Baraf, Kombes Pol Drs. Purnama Barus, Kakanwil Kemenkumham Provinsi Kalimanta Barat, Kepala BNN Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Badan POM Provinsi Kalimantan Barat, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Tinggi dan Perwakilan LSM Provinsi Kalimantan barat.

Barang bukti yang dimusnahkan kali ini sejumlah 4,1 Kilogram Sabu dan 2.157 butir Ekstasi. Di sela – sela kegiatan Kapolda Provinsi Kalimantan Barat, Irjen Pol Drs. Didi Haryono menjelaskan kemedia ini, bahwa pemusnahan Narkoba ini dilakukan sesuai aturan dan untuk menghindari terjadinya penyimpangan terhadap barang bukti yang disita.

“Sebagai bentuk transparansi tugas Kepolisian dan BNN, sehingga masyarakat dapat mengetahui barang bukti Narkoba yang disita petugas benar-benar telah dimusnahkan,” ujarnya Polda Irjen Pol Drs. Didi.

Lanjut Kapolda Provinsi Kalimantan Barat Irjen Pol Drs. Didi Haryono menuturkan, selama ini muncul anggapan dari masyarakat dan stakeholder yang ada bahwa ada oknum petugas kerap menggelapkan barang bukti Narkotika yang disita.

Maka dari itu, setiap acara pemusnahan ini selalu kita lakukan press conference bersama media massa, secara terbuka untuk menghindari pandangan miring seperti itu.

“Menurut aturan barang bukti yang disita memang harus segera dimusnahkan,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini Irjen Pol Drs. Didi Haryono mengajak seluruh elemen masyarakat dan stakeholder yang ada untuk membantu memberantas pelaku penyalahgunaan maupun pengedaran Narkoba di Provinsi Kalimantan barat, dengan cara turut peduli memberikan informasi kepada pihak Polri tentang situasi disekitar lingkungannya, sehingga dapat kita tindak lanjuti dengan kegiatan Kepolisian.

Irjen Pol Drs. Didi Haryono menjelaskan jika diestimasikan 1 gram Sabu bisa dipakai 10 orang, maka dari barang bukti 4,1 Kilogram yang disita ini akan ada 41 ribu warga Provinsi Kalimantan Barat terkontaminasi dengan Narkoba jenis Sabu. Begitu juga jika 1 butir ekstasi digunakan 3 orang, maka akan ada 6,471 orang yang akan terkontaminasi,” ungkapnya.

Irjen Pol Drs Didi Haryono berharap seluruh warga masyarakat dan stakeholder yang ada di Provinsi Kalimantan Barat ini, bisa bersama – sama menjaga keluarganya dan generasi muda Provinsi Kalimantan barat yang terbebas dari Narkoba. “Mari kita bersama berantas penyalahgunaan dan peredaran Narkoba ini, agar Kalbar Zero Narkoba,” tutupnya Kapolda Provinsj Kalimantan Barat Irjen Pol Drs. Didi Haryono. (Thoge)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *