45 Oknum Pesilat PSHT Terkait Kasus Kekerasan Dan Pengrusakan Di Situbondo Di Proses Hukum

om

Mutiaraindotv.com (Situbondo) Jawa Timur – Jajaran Polisi Resort (Polres) Situbondo bersama Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggelar Konferensi Pers terkait kasus kekerasan dan pengrusakan oleh Oknum salah satu perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang terjadi di Desa Kayuputih, Kecamatan Panji dan Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, acara ini dilaksanakan di Markas Polres Situbondo, Rabu 12 Agustus 2020.

Dalam Konferensi Pers ini dipimpim Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim KOMBES Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko S.I.K, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Jatim KOMBES Pol. Pitra Andrias Ratulangie S.S. S.I.K. M.M, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) KOMBES Pol. Puji Hendro Wibowo S.H. S.I.K, didampingi Kapolres Situbondo AKBP Sugandi S.I.K. M.Hum, Wakapolres, Kasat Reskrim, Kasubbag Humas Polres Situbondo, juga disaksikan dan diliput para Awak Media Cetak dan Elektronik.

Selanjutnya didalam Konferensi Pers Kabid Humas Polda Jatim KOMBES Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko S.I.K, menyampaikan “bahwa penanganan kasus kekerasan terhadap orang dan pengrusakan yang dilakukan oleh Oknum pesilat PSHT yang terjadi di wilayah Polres Situbondo ini sudah di Back-Up oleh Ditreskrimum Polda Jatim, hal ini telah dilaksanakan secara professional dan sudah diamankan tersangkanya dan sedang proses penyidikan,” terangnya.

“Ia juga menyesalkan kejadian yang terjadi di Situbondo ini, seharusnya tidak terjadi apalagi melibatkan anak di bawah umur dan suatu organisasi seharusnya bisa melindungi masyarakat. Dengan kejadian ini Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa bendera, batu, pecahan kaca, handphone dan bambu,” jelas KOMBES Pol. Trunoyudo.

Hal lain juga dijelaskan hingga hari ini sudah Polisi mengamankan 80 orang dan ditetapkan tersangka sebanyak 45 orang, ada 2 Tempat Kejadian Perkara (TKP) yaitu terjadinya kekerasan terhadap orang di Desa Kayuputih, Kecamatan Panji dan pengrusakan secara bersama-sama di Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran. Sedangkan laporan polisi yang diterima Polres Situbondo sebanyak 24 laporan polisi terdiri dari 5 laporan polisi terkait dengan kekerasan dan 19 laporan polisi terkait pengrusakan.

Sementara itu Direktur Reskrimum Polda Jatim KOMBES Pol. Pitra Andrias Ratulangie S.S. S.I.K. M.M, menyamapaikan “bahwa TKP pertama terjadi aksi kekerasan penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama di Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, pada hari Minggu 9 Agustus 2020, dan sampai saat ini Polisi menetapkan 9 orang tersangka dengan dijerat Pasal 170, Pasal 214 jo Pasal 55 dan 56 KUHP, ” ucap KOMBES Pol. Pitra.

“Sedang pada TKP kedua, aksi pengrusakan terhadap harta orang dan juga barang oleh Oknum pesilat PSHT itu pada hari Senin 10 Agustus 2020 dini hari, hal ini akan dijerat dengan Pasal 170 dan Pasal 214 KUHP. Di TKP kedua ini, sampai saat ini untuk sementara polisi telah menetapkan 36 orang tersangka, dan dari pasal yang disangkakan, ancaman hukumannya cukup tinggi, bisa 5 tahun, 8 tahun, dan bahkan bisa lebih,” pungkas KOMBES Pol. Pitra. (Irwan/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *