46 M Dilaksanakan 20 M Dibatalkan Proyek Drainase Kota Lubuklinggau, Ada Apa Dan Kenapa

Mutiaraindotv, Lubuklinggau – Sumatera Selatan, harapan semua masyarakat Kota Lubuklinggau dengan adanya saluran Drainase yang resentatif yang dapat menampung kapasitas Air disaat turun hujan.

Akan tetapi nampak kekecewaan dari Masyarakat diwilayah Kota Lubuklinggau yang mana telah melaporkan beberapa kali setiap tahunnya ke Pemerintah Kota Lubuklinggau dari Tahun 2017 hingga 2019, namun belum juga terealisasikan.

Yang mana masyarakat Kota Lubuklinggau khususnya wilayah Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kelurahan Marga Mulya tepatnya dari RT. 01 sampai RT. 03, setiap musim penghujan selalu air masuk ke teras rumah warga masyarakat serta aroma yang tak sedap.

Padahal warga masyarakat di Kelurahan Marga Mulya di RT. 01 sampai RT. 03 dulu tidak pernah merasakan seperti saat ini, dikarenakan dulu masih ada Drainase yang baik dan bagus sebelum terjadi Pelebaran Jalan yang dilakukan Pemerintah Kota Lubuklinggau ditahun Anggaran 2013 hingga 2015.Salah satu warga di Kelurahan Marga Mulya Abu mengatakan bahwa kami sudah melaporkan kepada Pemkot Lubuklinggau melalui pihak Kecamatan untuk dilaksanakan segera Drainase kami yang telah hilang disebabkan Pelebaran Jalan. Itu kami lakukan dari Tahun 2017 hingga 2019 dengan surat dan kami senang katanya Drainase kami akan segera dilaksanakan, akan tetapi sampai tahun 2020 ini belum juga dilaksanakan, unjarnya.

Jadi intinya kami sudah cukup melaporkan ke Pemerintah Kota Lubuklinggau terkait Drainase kami yang selama ini ada dihilangkan akibat pelebaran jalan yang juga hasilnya tidak maksimal pak. Dan kami sangat kecewa pas melihat Drainase di Jalan Yossudarso sudah dibongkar dan diperbaiki padahal Drainase ya ada, sedangkan kami sudah dihilangkan selama 4,5 tahun belum juga terlihat tanda kepedulian Pemkot.

Sedangkan hasil pantauan Mutiaraindotv dilapangan benar adanya Proyek Drainase di Jalan Yossudarso yang menelan Dana sebesar Rp. 46,450 Milyar tahun Anggaran 2019 sampai 2021 (Multiyears) bisa dilaksanakan. Padahal ditahun 2019 juga ada masuk dalam Daftar Lelang Proyek Drainase di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II sebesar Rp. 20 Milyar (Multiyears) juga, namun digagalkan entah apa yang salah dan penyebabnya.

Inilah yang menjadi tanda tanya besar dari kalangan Pemerhati kebijakan yang bertanya kenapa Proyek Drainase 46 Milyar bisa dilanjutkan dan lolos dalam Pelaksanaan, sedangkan Proyek Drainase 20 Milyar bisa digagalkan dalam Pelaksanaan.

Padahal sama – sama masuk dalam APBD di Satker Dinas PU Tata Kota ditahun yang sama cuma membedahkan Proyek Drainase 46 Milyar di APBD Induk dan 20 Milyar di APBD Perubahan, ucapnya. (Mitv SumSel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *