5 Orang Perangkat Desa Pengaturan Diberhentikan Sementara, Terkesan Tak Tranparan Dan Berat Sepihak

Mutiaraindotv – Musi Banyuasin, Guna meningkatkan peran Kemasyarakatan di Lingkungan Perdesaan perlu adanya kerja sama baik itu, Tokoh Masyarakat Tokoh Agama dan juga Perangkat Desa yang terlibat dalam Struktur Kepengurusan di Desa.

” Hal Ini dapat berjalan dengan lancar apabila kesemuanya dapat membangun Desa yang lebih baik, agar terciptanya Sinergitas dalam Membangun Desa “.

Pantauan Team Mutiaraindotv di Kabupaten Musi Banyuasin, pada hari Jum’at, 13 November 2020, di lapangan menemukan kejanggalan yang terjadi di Desa Pengaturan, Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Yang menemukan kejanggalan terhadap 5 orang Perangkat Desa yang diberikan Surat Pemberhentian Sementara dengan ketidak, ada kejelasan di dalam isi Surat yang di berikan oleh Kepala Desa, tepatnya Desa Pengaturan, Kecamatan Batang Hari Leko.

Sehingga menimbulkan Polemik bagi Perangkat Desa, yang mana Desa Pengaturan yang tidak berjalannya Roda Pemerintahan Desa. Namun ke 5 orang Perangkat Desa yang di berikan Surat Pemberhentian Sementara oleh Kepala Desa, Yaitu :
  1. Ahmad Sazili Kaur keuangan,
  2. Napoleon Kaur,
  3. Rizki Ananda Kasi Kesos (Kesejahteraan Sosial),
  4. Rizki Aulia Kasi Pelayanan Umun, dan
  5. Taufik selaku Kepala Dusun II (Kadus II).

Ketika Team mengunjungi Ahmad Sazili mengatakan, bahwasanya saya menerima Surat Pemberhentian Sementara. Akan tetapi tidak ada penjelasan di dalam isi surat tersebut.  Dan anehnya lagi Kepala Desa juga jarang hadir di tempat kerja bila hadir hanya memberi Surat Kepada Kami, tegasnya.

Sementara itu Taufik selaku Kadus II juga mengatakan, saya sangat keberatan dengan adanya Surat dari Camat yang di berikan oleh Kepala Desa tanpa penjelasan. Dan juga dari Awal Surat Pemberhentian Sementara dari Kepala Desa tersebut, dari Surat Pertama sampai Ketiga tidak beralasan sedikit pun.

Yang mana Kepala Desa Pengaturan memberikan Surat Pemberhentian dari Camat dalam isi Surat tersebut. Yang juga tidak berdomisili di wilayah Dusun II, padahal saya berdomisili diwilayah Dusun II. Dari awal berdirinya Rumah tersebut hanya saja Rumah saya itu mau di rehab (kurang layak huni), dikarenakan faktor Dana kurang terpaksa saya menginap di tempat mertua, cetusnya.

Akan tetapi sangat di sayangkan tak kunjung datang ke tempat saya dan juga pada waktu itu fasilitatornya Andri Ketua BPD yang sekarang menjabat selaku Kepala Desa, tepatnya di Desa Pengaturan, Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin, tuturnya.

Di tempat terpisah Andri S.Pd selaku Kepala Desa ketika di hubungi melalui Via Telpon Selularnya mengatakan, sudah sesuai dengan aturan Bupati dan Kepala Dusun II (Kadus), harus berdomisili di Dusun I jadi maksudku selama ini sudah banyak keterangan sepihak saja tidak menyelesaikan dengan aku, katanya saat di tanya soal mengenai Surat Pemberhentian Sementara.

Lanjut team mempertanyakan, dengan alasan  Apa Pak…..?, lebih lanjut lagi Andri tidak merespon apa yang di tanyakan dan mengatakan, kalau di telfon tidak enak, karena Sinyalnya. Kalau bisa kita menggobrol di Rumah saja Tidak Apa-apa Pak….?, Aman-aman saja, ucapnya.

Sementara itu Richard Cahyadi selaku kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Musi Banyuasin mengatakan, dalam pesan singkat melalui Whats App, selagi sesuai dengan aturan. Ya saya sebagai Camat telah mengeluarkan Rekom dan Prosedur  yang ada, dan dasarnya.

” Ya kami Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa tidak bisa membatalkan Rekom Camat tentang Prihal tersebut, ucapnya. (021_Team).

editor ” Awi “.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *