507 Personel Gabungan TNI-POLRI Patroli Di Kota Pontianak, Menekan Angka Aktivitas Masyarakat Di Masa Pademi Covid-19

Mutiaraindotv, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Pasukan gabungan TNI-Polri di Kota Pontianak malam ini melakukan Patroli berskala besar. Minggu, 26 April 2020.

Patroli ini dilakukan dalam rangka menekan angka masyarakat yang masih melakukan aktivitas diluar rumah dimasa Pandemi Covid- 19.

Pelaksanaan Patroli berskala besar di Pimpin langsung Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Komarudin, dan turut hadir Karo Ops Polda Kalbar Kombes Pol Jayadi, Direktur Lalu Lintas Kombes Pol Asep Akbar dan Dansat Brimob Kombes Pol Taufiq.

Kapolresta Pontianak Kota menerangkan, dari hasil evaluasi terhadap masyarakat, bahwa kepatuhan masyarakat untuk memutus Mata Rantai dan Pencegahan Covid- 19 masih sangat minim.

“ Kota Pontianak penyumbang terbesar Pasien Positif Covid- 19 di Kalimantan Barat. Sudah menjadi Zona Merah, namun dilihat sekarang kepatuhan masyarakat masih sangat rendah. Karena masih banyak warga yang bahkan berkumpul kumpul ”, kata Kombes Pol Komarudin.Lanjut Kombes Pol Komarudin, sebanyak 507 Personel gabungan Polri-TNI menyisir Jalanan Kota Pontianak untuk mengimbau masyarakat, agar kembali kerumah dan mensosilisasikan penggunaan Masker.

“ Kita menyasar warga dititik – titik rawan terjadinya keramaian di Kota Pontianak, akan dilakukan imbauan untuk mereka kembali kerumah ”, tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Komarudin, meminta masyarakat agar lebih patuh dan sadar dalam rangka keselamatan. Ia menyayangkan masyarakat Kota Pontianak yang dinilai masih rendah kesadaran dalam melakukan Pencegahan Penyebaran Covid- 19.

Ditempat yang sama, Walikota Pontianak Edi Kamtono, juga mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan akan memberlakukan PSBB jika masyarakat masih tidak mengindahkan Peraturan – peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah.Edi mengucapkan, Patroli dalam Skala Besar ini dalam rangka menegaskan kepada masyarakat terhadap kebijakan Pemerintah.

“ Jika dengan cara seperti ini tidak juga diindahkan yang berakibat bertambahnya Pasien Positif Covid- 19, tidak menutup kemungkinan Kota Pontianak menerapkan PSBB “, tutupnya.(Mia/Polda Kalbar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *