Anggaran Dana Desa, Desa Srogol Patut Di Pertanyakan

MutiaraindoTV, Kabupaten Bogor – Jawa Barat. Pembangunan peningkatan pengaspalan jalan di Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor yang dilaksanakan pada lima titik. Kegiatan yang tersebar di setiap jalan lingkungan di daerah Desa Srogol, yang bersumber dari Anggaran APBDes Tahun 2018, dari Dana Desa (DD) tahap 1 dan 2 dengan volume pekerjaan sepanjang 2000 Meter, menuai banyak pertanyaan berbagai pihak.

Pasalnya pengerjaan pengaspalan tersebut, di indikasi asal – asalan dan tidak jelas anggarannya. Menurut Sekertaris Desa Srogol M. Tamrin, saat dikonfirmasi media ini terkait kegiatan pengaspalan dan anggaran kegiatan. Ia menyatakan, saya tidak tau kalau terkait anggaran itu. tanya saja ke Kapala Desa saja, “ujarnya. Kamis, 09 Agustus 2018.

Namun untuk titik kegiatan di Kampung Pangkalan, Cisalopa, Pangarakan, dan Sawah asep. “Ujarnya Sekdes saat dikonfirmasi diruang kerjanya.

Pembangunan pengaspalan ruas jalan pada lima titik kegiatan yang ada di Desa Srogol, yang mana palaksanaan kegiatanya mulai dikerjakan pada bulan Juli 2018. Semuanya itu merupakan upaya Desa Srogol, dalam meningkatkan infrastruktur demi tercapainya prasarana pembangunan di Desa Srogol agar lebih baik. “Tambah Thamrin.

Ditempat terpisah dikawasan Bogor Sekjen LSM Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Andy saat dihubungi melalui telpon genggamnya terkait dugaan penyalah gunaan Anggaran Desa ia mengatakan, bila ada desa yang berani bermain – main atau menyalah Gunakan Anggaran Desa. Laporkan pada kami, dan kami siap menindak lanjutinya biar di proses secara hukum dan agar ada efek jera. “Ungkapnya dengan tegas.

Dari rangkaian kegiatan pembangunan dengan sumber anggaran APBDes Tahun 2018, yang mana persoalan mengenai infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masarakat. Harus menjadi subjek lembangunan dan kemajuan desa, dan semuanya itu harus menjadi komitmen desa.

Dalam upaya memperbaiki sarana infrastruktur yang ada dilingkunganya, mengingat kebutuhan infrastruktur menjadi modal utama dalam meningkatkan sektor ekonomi masyarakat, dan akan adanya pertumbuhan dalam segala bidang. Demi tercapainya dencana pembangunan jangka menengah desa, bukan dijadikan objek Kepentingan, “tambah Andi Sekjen LSM Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK).

Sementara  Kepala Desa Srogol Hendra, saat mau diminta konfirmasinya selalu tidak berada di Kantor Desa. (Rahmat Kartolo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *