Anggota Dewan Budiyanto Tantang Pengusaha Limbah Secara Hukum

MutiaraindoTV, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat. Terkait adanya dugaan Kasus yang terjadi kepada Budiyanto Anggota Dewan dan Mantan Sekjen Versus, serta Mantan Ketua Umum Aspelindo sudah saatnya membuka aib seorang Pengusaha Limbah terbesar di Kabupaten Bekasi, “bahwa pada tanggal 09 Februari 2022 Budiyanto telah menceritakan asal mulanya kronologis perseteruan dan konflik antar dirinya dengan Pengusaha Limbah Industri di Kawasan Industri Terbesar di Asia Tenggara. “Kata Budiyanto.

Budiyanto sebagai anggota Dewan dan juga mantan aktivis Kampus IPB menjelaskan, kronologis awal mulanya yaitu,” bahwa saya telah di laporkan ke Polsek Cikarang Pusat pada tanggal 25 Agustus 2021, terlapor Budiyanto dan PT. Mahadaya Asia Eropa yang diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan mesin Steelcord. Kemudian gugatan perdata No. 230 di Pengadilan Negeri Cikarang, pada yanggal 29 September 2021. Tergugat Budiyanto dengan Nilai Gugatan senilai lebih dari Rp. 18 milyar,” jelas Budiyanto

Adanya Laporan Polisi (LP) di Polres Metro Bekasi, terlapor pada Pihak Lain dengan dugaan penipuan dan penggelapan dan dalam LP di Polres Metro Bekasi, tertanggal 23 September 2021. Terlapor Budiyanto diduga penipuan dan penggelapan kwitansi hasil modifikasi dan rekayasa peristiwa, kemudian Laporan Polisi di Polres Metro Bekasi, pada tanggal 08 Desember 2021, terlapor Budiyanto diduga penipuan dan penggelapan kwitansi hasil modifikasi dan rekayasa peristiwa.

 

Selanjutnya adanya Gugatan Perdata No. 260 di Pengadilan Negeri Cikarang, pada Tanggal 03 November 2021 tentang Gugatan terkait Mesin Steelcord dan Bisnis Steelcord senilai lebih dari Rp. 4,4 milyar.

Dari adanya 4 pelaporan pidana di Polisi dan 2 gugatan perdata di Pengadilan Negeri tersebut yang di lakukan oleh Hartono M. Fadli, akhirnya Saya Budiyanto melaporkan balik Hartono, M. Fadli dengan dua laporan sebagai berikut :

  1. LP di Polda Metro Jaya, pada tanggal 29 Desember 2021 dengan dugaan pidana pasal 263 dan atau pasal 266 KUHPidana dengan terlapor Hartono. M. Fadli (Pemalsuan Dokumen 4 KTP dan pemalsuan Akta Perusahaan PT. Harrosa Darma Nusantara dan PT. Kuta Singa Perbangsa).
  2. LP ke Polres Metro Bekasi, pada tanggal 25 Januari 2022 dengan dugaan pidana memberikan Laporan Polisi tidak sesuai sebenarnya, diduga melanggar Pasal 220 KUHPidana yaitu terlapor Hartono M. Fadli dan Akhmad Saputra alias Japut, “papar Budiyanto pada Wartawan.

Hal semua ini bahwa Saya Budiyanto akan mempersiapkan Laporan Polisi lanjutan yang sedang dipersiapkan oleh Pengacara saya Muhammad Ikbal, S.H, M.H untuk melaporkan diantaranya adalah :

  1. Laporan Balik ke Polda Metro Jaya atas laporan palsu di Polsek Cikarang Pusat dengan terlapor Saudara Hartono M Fadli dan Saudara Ganda Herdia bagian keuangan PT. Harrosa Darma Nusantara.
  2. Laporan ke Polda Metro Jaya, dugaan penggelapan dan pencucian uang terhadap barang limbah Hankook milik PT. Putra Cikarang bersama, dengan terlapor Saudar Hartono M. Fadli
  3. Laporan ke Polda Metro Jaya, dugaan penggelapan mobil Honda Jazz, terlapor SaudaraTatang Somantri Mantan Kepala Desa Pasirranji.
  4. Laporan ke Polda Metro Jaya, dugaan bersaksi palsu dan memberikan keterangan palsu di Polres Metro Bekasi, terlapor Saudara Tatang Somantri mantan Kepala Desa Pasirranji.

Dari semua bahan pelaporan, saya memiliki data dan informasi serta dokumen akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum”tegas Budiyanto mengahiri urai paparnya. (Agus Yusbiyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *