Anggota DPRD Tulang Bawang Dapil 4 Bersama Perangkat Kampung Meninjau Lokasi Banjir 

MutiaraindoTV, Kabupaten Tulang Bawang – Lampung. Guyuran hujan yang terjadi sebulan terakhir, menyebabkan putusannya akses jalan dan rendam ratusan hektar lahan pertanian.

Jalan Provinsi yang menghubungkan di 2 Kecamatan, yaitu : Kecamatan Banjar Margo dan Kecamatan Penawartama putus. Akibat luapan air way bujuk agung, jalan yang berada kampung ringinsari Kecamatan banjar margo ini kondisinya sulit untuk dilintasi, putusnya akses jalan ini terjadi sejak sepekan lalu.

Banjir tersebut menyebabkan badan jalan putus akibat luapan sungai, air yang menggenang memiliki ketinggian hingga 30 senti meter. Sehingga membuat akses jalan putus dan sulit dilintasi, kendati dapat dilalui, para pelintas harus extra hati – hati.

Kepala Kampung ringinsari Supadi, bersama Perangkat Kampung, berusaha membuat jalur tanda menggunakan tali plastik. Guna menghindari para pelintas terperosok kesisi badan jalan, lantaran badan jalan tertutup oleh derasnya air, dengan dipasangnya tanda ini dapat menghindari terperosoknya warga yang melintas pada Senin 24 Januari 22 sore.

“Saya bersama perangkar kampung sengaja masang tali plastik, untuk tanda jalur yang aman dan membantu warga yang lewat. ”Jelas Supadi.

“Selain jalan putus, lahan pertanian milik petani kuga turut terendam, perkebunan karet dan sayur mayur serta singkong. Ia semoga saja banjir lekas surut dan pemerintah dapat memperbaiki aliran sungai ini, “imbuhnya.

Melihat kondisi yang memprihatinkan,  menggugah rasa impati anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tulang Bawang Dapil 4, Agus Maramis langsung meninjau lokasi banjir.

“Luar biasa luapan sungai ini,  dampaknya sangat terasa. Air ini dapat memutuskan badan jalan lantaran terkikis, selain itu bisa kita lihat tanaman warga terendam, nanti akan saya ajukan ke Dinas PU agar dapat di lakukan perbaikan. ”Ujarnya.

Selain Anggota DPRD, turut meninjau lokasi banjir di Kampung Riginsari, tampak Camat Banjar Margo dan Dinas BPBD Tulang Bawang melihat situasi dan kondisi banjir. (Paidi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *