APCB Adukan Kasus Pembongkaran Cagar Budaya Pada GP SAKERA

MutiaraindoTV, Kabupaten Situbondo – Jawa Timur. Kasus pembongkaran bangunan tua yang diduga masuk Cagar Budaya terus berlanjut, hal tersebut secara resmi diadukan oleh Aliansi Penyelamat Cagar Budaya (APCB) Kabupaten Situbondo, yang merupakan forum sejumlah aktivis Cagar Budaya Situbondo mengadukan polemik kecagarbudayaan di Kabupaten Situbondo kepada Garda Pemuda (GP) SAKERA, di Kantor Pemangkar Bisnis Center (PBC), Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Jum’at, 03 Desember 2021.

Ketua APCB Situbondo, Miswandi alias Iwenk Lametan mengatakan, “pihaknya secara resmi sudah mengadu dan meminta pendampingan terkait kasus dugaan pembongkaran sebuah bangunan tua di area Kompleks Pendopo Bupati Situbondo yang diduga dilakukan oleh oknum ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo.

” Kami mewakili para aktivis Cagar Budaya di Kabupaten Situbondo yang telah kecewa terhadap kejadian pengrusakan bangunan tua penuh sejarah, karena itu telah mengabaikan upaya pelestarian Cagar Budaya di Kabupaten Situbondo. Dibongkarnya sebuah bangunan sejarah yang dibangun pada tahun 1850 saat Bupati Panarukan menjabat pertama kali, sebab hal tersebut menurut kami sudah menghilangkan nilai penting sebagaimana yang diatur dalam Undang – Undang RI Nomor 11 Tahun 2010. “Ucap Iwenk pada hari Jum’at 03 Desember 2021 kemarin  siang.

Sambung dia, dalam perkembangan terkini, pihak – pihak yang telah merusaknya atau membongkar dengan alasan akan dibangun taman di kompleks Pendopo Bupati itu terkesan tidak merasa bersalah dan berdalih bahwa bangunan tua yang dibongkar bukan dari bangunan Cagar Budaya.

” Silahkan mengatakan itu bukan bangunan Cagar Budaya, tapi harus diuji dulu di pengadilan, bukan di media sayapnya. “Tuturnya.

Lanjut Iwenk, karena itu, kami dipandang perlu meminta pendampingan lembaga yang selama ini intens mengawal proses hukum yang berkenaan dengan kepentingan publik. “Ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum GP SAKERA, Syaiful Bahri, SH saat dikonfirmasi oleh awak media MutiaraindoTV, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan secara resmi dan mandat untuk melakukan pendampingan hukum yang diadukan oleh APCB Situbondo.

” Ya, benar mas,, APCB telah mengadu resmi dan meminta pendampingan kepada kami (GP SAKERA, red), agar kasus pembongkaran bangunan tua yang diduga objek Cagar Budaya di area belakang samping Pendopo Bupati itu di bawah ke ranah hukum. “Ujar Bang Ipoel panggilan akrabnya pimpinan LSM ternama di Kabupaten Situbondo itu.

Bang Ipoel menegaskan, “bahwa GP SAKERA akan secepatnya berkoordinasi dengan para saksi ahli adanya polemik pembongkaran bangunan tua diduga Cagar Budaya di area Pendopo Bupati Situbondo itu, juga secepatnya akan kami tindak lanjuti dengan membuat laporan resmi.

” Kami (GP SAKERA, red) tidak lama lagi, akan mendatangi Mapolres Situbondo untuk melaporkan kasus pembongkaran bangunan tua Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) hingga akhir tahun ini belum jelas dan penuh kecaman dari masyarakat. “Tegas Bang Ipoel.

Seperti yang di layabg oleh media MutiaraindoTV sebelumnya, salah satu bangunan bagian belakang Pendopo Bupati Situbondo dibongkar hingga memicu reaksi para pemerhati Cagar Budaya.

Objek tersebut dinilai masuk kriteria sebagai Cagar Budaya kemudian sudah teregistrasi dengan nomor 03/030/TP.STB.2020, namun status kecagarbudayaan bangunan tersebut dianggap bukan Cagar Budaya oleh pihak Pemerintah Kabupaten Situbondo. (SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *