Apdesi Situbondo Ngopi Bareng Bersama Bung Karna di Tabing Tongkok

Bupati Situbondo, Drs. H. Karna Suswandi, MM (tim)

Mutiaraindotv.com, Situbondo – Dalam mewujudkan dan sekaligus mempererat tali silaturahmi, APDESI Situbondo diajak ngopi bareng bersama Bupati Situbondo, Drs. H. Karna Suswandi, MM yang di adakan ditempat Tabing Tongkok Pendopo Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (23/02/2022) malam.

Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Situbondo Drs. H. Karna Suswandi, M.M, Sekdakab Drs. H. Syaifullah, M.M bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra, Inspektur Inspektorat Situbondo, Kepala DPMD, Kepala BKAD, Kepala Bappeda dan Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Humas, Ketua Fosmat, Ketua Apdesi bersama anggota, Ketua Forum Sekdes.

Bupati Situbondo, Drs. H. Karna Suswandi, MM dalam sambutannya tidak lupa mengucapkan terimakasih atas kehadiran semua para tamu undangan.

” Saya ucapkan terimakasih untuk para Kades, Sekdes, Camat yang sudah menghadiri pertemuan ini di tempat yang berbeda dari biasanya yaitu Tabing Tongkok pendopo, ”ucap Bung Karna, panggilan akrabnya Bupati Situbondo.

Bung Karna juga mengungkapkan, bahwa adanya Tabing Tongkok ini untuk tempat diskusikan bebas dengan suasana santai dan saling memberikan masukan demi Kabupaten Situbondo.

” Tempat ini bukan untuk rapat resmi ataupun rapat dinas, melainkan untuk diskusi bersama terkait apa yang perlu kita perbaiki kedepan khusus nya Pemerintah desa (Pemdes), ”ujarnya.

Tidak lupa Bupati Situbondo ini juga memaparkan, bekerja di organisasi pemerintahan akan menjadi amal soleh apabila diimbangi dengan niat tulus untuk mempersembahkan yang terbaik kepada rakyat, bangsa dan negara.

” Saya mengajak kepada semua, ayo kita bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah menjadi organ pemerintahan yang bisa mengatur, manajemen dan merubah kabupaten ini sesuai dengan tugas kita, ”ucap Bung Karna.

Tak hanya itu yang disampaikan, Bung Karna menambahkan, Abdi Negara mempunyai kehormatan tinggi di tengah masyarakat lantaran tugasnya yang mulia. Kecuali mereka yang menciderai posisinya sendiri dengan berbuat yang tidak sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku, “tuturnya.

” Karena syukur ini menjadi rumah utama setelah pengabdian. Misalnya orang itu semangatnya pengabdian, peraturan pemerintah, pondasinya siap memerintah dan bekerja, payung utamanya bersyukur kepada Allah karena kita masyarakat beragama,” pungkas Karna. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *