Babinsa Kelurahan Serengan Datangi Lokasi Sengketa Lahan Dan Bangunan Di Wilayahnya

MutiaraindoTV, Kota Surakarta – Jawa Tengah. Babinsa Kelurahan Serengan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Sertu E Lau We datangi dan berkoordimasi sekaligus berkomunikasi dengan pemilik rumah Jimmy Wijaya di RT. 03/RW. 01 Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Senin, 08 Februari 2021.

Dalam silaturahminya Babinsa mendapat keterangan dari Jimmy Wijaya dan menyatakan penggugat (Yani Lies), adalah pembeli dengan sengaja tidak melunasi sisa pembayaran secara tunai/cash pembelian rumah di berlokasi di RT. 03/RW. 01 Kelurahan Serengan.

Sebagaimana Surat Perjanjian Jual Beli Rumah (SPJBR) yang telahu disepakati di awal saat penggugat membeli rumah tersebut dari tergugat menyatakan, “tergugat telah melakukan perbuatan ingkar janji (Wanprestasi) kepada penggugat atas pembelian rumah yang letaknya di RT. 03/RW. 01.

Tergugat untuk menerima pelunasan pembelian rumah dari penggugat sebagaimana Surat perjanjian jual beli Rumah (SPJBR) tertanggal 25 April 2017, setelah dipotong uang muka yang telah dibayarkan penggugat kepada Tergugat.

Menghukum tergugat untuk membayar uang paksa (Dwangsom) kepada Penggugat sebesar Rp. 100.000,- (Seratus ribu rupiah) perhari.

Apabila tergugat tidak bersedia menyerahkan rumah yang telah dijanjikan kepada lenggugat, sebagaimana Surat Perjanjian Jual Beli Rumah (SPJBR) tertanggal 25 April 2017 yang telah disepakati pada saat awal transaksi jual beli lahan dan bangunan

Jimmy Wijaya selaku pemilik rumah tetap tidak mau meniggalkan rumahnya, karna pihak pembeli Yani Lies pelik onderdil Surya motor belum melunasi sisa pembayaran lahan dan rumah.

Jimmy menghadap pihak pada pembeli dengan sengaya menggembok pagar rumah (Tempat tinggalnya sehingga membawa Srekel dan memotong gembok pagar tersebut, apabila pihak pembeli ingin permasalahan segera selesai silahkan kita selesaikan dipengadilan. “Imbuhnya

Saya mengucapakan terima kasih kepada Babinsa (TNI) dengan sigap datang kelokasi sengketa lahan dan bangunan kami sehingga kami juga merasa tenang, nyaman dalam proses penyelesaian sengketa lahan dan bangunan rumah kami saat ini. “Pungkasnya. (Agus Kemplu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *