Berita TerbaruNusantara

Bakteri Mycobacterium Penyebab Timbulnya Tuberkulosis, Ini Kata Putih Sari Saat Sosialisasi

×

Bakteri Mycobacterium Penyebab Timbulnya Tuberkulosis, Ini Kata Putih Sari Saat Sosialisasi

Sebarkan artikel ini

MutiaraindoTV, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berkolaborasi dengan Anggota Komisi IX DPR-RI drg. HJ. Putih Sari, M.M bersama Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Sosialisasi program Tuberkulosis (TBC) yang bertempat di Kampung Kuda Kuda Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Sabtu, 26 Agustus 2023.

Dalam kesempatan tersebut Putih Sari mengatakan, “kegiatan sosialisasi dan kampanye tentang Tuberkulosis (TBC) sangatlah penting dan wajib disosialisasikan kepada masyarakat, agar masyarakat mengetahui dan pahami tentang bahayanya penyakit tersebut. Jika masyarakat sudah mengetahui setidaknya dapat mencegah jangan sampai terjangkit”.

“Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberkulosis (M.Tb) dan berpotensi serius terutama pada organ paru – paru, penyakit ini menjadi 1 dari 10 penyebab kematian di Indonesia.

Bakteri tersebut ditularkan melalui droplet yang terinfeksi di udara, siapapun di dekatnya dapat menghirupnya. Penderita TBC dapat menularkan bakteri melalui batuk, bersin, bicara dan bernyanyi. “Kata putih sari.

Adapun gejala umum yang ditimbulkan penderita TBC pada paru – paru antara lain, adalah :
Batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu.

  • Batuk darah atau dahak.
  • Sakit pada dada.
  • Mudah lemah dan lelah.
  • Demam.
  • Panas dingin.
  • Keringat malam.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Penurunan berat badan.

Lanjut Putih Sari, pencegahan utama agar tidak terjangkit Tuberkulosis (TBC) adalah menjaga pola hidup, makan cukup, tidur cukup, berhenti merokok serta biasakan memakai masker terutama di tempat keramaian.

Dikatakannya, sosialisasi penularan serta pencegahan penyakit TBC sangatlah penting bagi masyarakat, karena selama ini masyarakat masih diskriminasi terhadap penderita TBC

Karena penyakit tersebut bisa dikatagorikan sebagai penyakit yang menular, baik melalui udara maupun batuk, bahkan sampai saat ini perlakuan yang di terima penderita TBC di rasa tidak adil, sehingga penderita merasa dijauhi.

“Kami ingin hilangkan paradigma di masyarakat terkait penderita TBC dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa penderita TBC itu bisa sembuh, karena itulah kami hadir disini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar jangan kucilkan atau jauhi mereka. “Ujar Putih Sari.

Masih kata Putih Sari, TBC merupakan penyakit menular tertinggi di Indonesia sehingga pemberantasannya perlu terus digalakan agar target Pemerintah Tahun 2030 Indonesia bebas TBC dapat terealisasi, tentu dibutuhkan peran semua pihak untuk mewujudkan hal itu kedepan. Lingkungan harus diedukasi dengan baik, sehingga penderita tidak mengalami diskriminasi lebih parah di masyarakat. “Pungkasnya. (Ali M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *