Bank Aceh Syariah Bireuen Latih Kaum Perempuan Teknik Pembuatan Motif Kain

MutiaraindoTV, Kabupaten Bireuen – Aceh. Sebanyak 68 perempuan utusan dari 17 Iecamatan di Kabupaten Bireuen dilatih ecoprint, ecoprint adalah teknik pembuatan motif kain secara alami Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di Aula Bank Aceh setempat pada hari Senin 20 Januari sampai dengan hari Selasa 21 Januari 2020.

Pemimpin Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen, Muhammad Hendra Supardi menjelaskan Kepada Wartawan Media MutiaraindoTV. Pelatihan ecoprint untuk kaum perempuan itu dilaksanakan pihaknya, sebagai program pemberdayaan kesejahteraan ekonomi masyarakat dalam bentuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Pelatihan tersebut menghadirkan pemateri Pupung Pursita, ahli pembuatan motif kain secara alami dari Kabupaten Purwokerto, Provinsi Jawa Tengah.

Sebanyak 68 perempuan utusan dari 17 Kecamatan di Kabupaten Bireuen, dilatih ecoprint (Teknik Pembuatan Motif Kain Secara Alami) oleh Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen bersama Lembaga Amal Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadyah (Lazismu) Bireuen, di Aula Bank Aceh setempat.

“Namun Pelatihan ecoprint (Teknik Pembuatan Kotif Kain Secara Alami) ini, tidak pakai mesin, modal murah, bahannya mudah dan hasilnya juga mudah dipasarkan.

Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, “kata Hendra Supardi.

Masyarakat khususnya peserta siap menciptakan dan memproduksinya di rumahnya masing – masing, dan dapat memasarkannya untuk menambah pendapatan keluarga.

Ecoprint selama ini hanya menjadi khasnya pulau Jawa, tapi dengan pelatihan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) ini ke depan bisa juga dikembangkan di Aceh, khususnya Bireuen dan dapat menjadi khas daerah dalam bentuk karya – karya seni dibidang tekstil.

Wakil Bupati Bireuen, Dr Muzakkar A Gani SH., MSi, mengharapkan dengan pelatihan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) ecoprint ini dapat melahirkan Pengusaha – Pengusaha Kuda di bidang tekstil.

“Kita berharap masyarakat dapat mengembangkan usahanya, tanpa harus bergantung dari pemerintah, tapi harus mandiri. Sehingga dapat menambah pendapatan keluarganya, “ujarnya Muzakkar. (Iskandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *