“Bantuan Datang Warga Senang”, Kerja Keras LPM Desa Sukabudi Sesuai Harapan

MutiaraindoTV, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat. Program bertajuk Bekasi Benah Nata Rumah (Bebenah) Desa yang di bawah naungan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim) sudah berjalan di Kabupaten Bekasi, ada beberapa wilayah yang sudah melaksanakan Bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Di Tahun 2020 target pemerintah Kabupaten Bekasi akan membangun 2000 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang mana pengajuannya sudah setahun yang lalu.

Ada syarat dan ketentuan bagi si penerima, di antaranya Rumah sudah tidak layak huni, terkait surat surat tanah harus ada. Bukan Tanah Negara (TN) juga bukan tanah Pengairan dan yang paling utama, harus mempunyai swadaya sendiri untuk menunjang supaya rumah yang di bedah bisa di tempati dan layak huni. Sabtu, 27 September 2020.

Adapun teknis di lapangan semua di tangani oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan jajarannya, yang di tunjuk dan di sahkan oleh masing – masing Kepala Desa dan di dampingi Fasilitator serta pendamping Rutilahu dari Kabupaten.

Kepala Desa Sukabudi Iimudin Suparna atau yang sering di panggil Bang Pitung mengatakan kepada kami awak media dalam sesi obrolan santai, “saya sebagai Kepala Desa Sukabudi mengucapkan banyak terima kasih kepada Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Bang Udin, Bendahara Pak Warso, Pelaksana Kerja/PK pak Isan, serta seluruh anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sukabudi.

Saya hanya bisa memantau dan mengarahkan kepada Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan jajarannya agar selalu bekerja semaksimal mungkin, dengan adanya bantuan Rutilahu masyarakat pastinya sangat senang.

Setiap program apapun pasti ada pro dan kontra di masyarakat, terkait pendataan misalnya, siapa yang di data duluan pasti kepengennya dapet duluan. Tapikan bukan kita yang menentukan siapa yang dapet duluan.

Ya kami dari Pemerintah Desa dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) memberikan penjelasan, “mudah – mudahan di tahun berikutnya desa Sukabudi bisa dapet bantuan, nah data yang sudah masuk itu yang nantinya kita prioritaskan terlebih dahulu.

Terkait kendala saat proses pembangunan ya paling hanya swadaya aja si rumah sudah berdiri, tapi masih ada kekurangan bahan material ya itu tugas Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) gmana caranya supaya bisa selesai. Entah itu mau ngutang dulu apa gmana pinter – pinternya Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) menyiasati, Pemerintah Desa selalu memantau setiap perkembangan pembangunan di wilayah kami. “Pungkasnya.

Ibu Sumarnih salah satu penerima manfaat saat kami mintai keterangan mengatakan, “saya sangat senang bisa dapet bantuan dari Lemerintah. Yang tadinya rumah saya rusak dan reot jadi bagus begini, kalau ujan dah gak takut kebocoran, banyak terima kasih buat Pak Kepala Desa serta seluruh anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang sudah bangun rumah saya.

Saat di tanya kinerja Kepala Desa dan anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Ibu Sumarnig hanya bilang, ” Bagus – Bagus” sambil mengangkat kedua jari jempolnya.

Menurut Bendahara Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Sukabudi Bang Warso dalam keterangannya mengatakan, “kami dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Desa yang telah memberikan masukan dan arahan kepada kami.

Di Desa Sukabudi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) nya sebanyak 40 unit, pengerjaannya di mulai pada tanggal 12/08/2020.sampai saat ini sudah total 33 unit rumah yang sudah jadi 100%, sisanya 7 unit lagi tinggal finising aja.

Target kami di masing – masing rumah 15 hari pengerjaannya, makanya kami menggunakan dua tukang dan satu kenek,saat rapat kami sudah menyampaikan terkait swadaya. Kami mengarahkan dengan anggaran material Rp. 17,5 juta harus berbentuk kotak sabun, atap, dinding, kamar mandi/wc, pintu dan jendela, ubin di keramik serta depannya di plester di aci kemudian di cat. Kalau mau buat sekatan kamar, ya silahkan itu swadaya masing – masing.

Harapan kami Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Kepala Desa sama, yaitu kedepannya Desa Sukabudi bisa mendapatkan bantuan lagi. Karena masih banyak saudara – saudara kita yang masih membutuhkan bedah rumah, kami sudah bekerja semaksimal mungkin untuk program Rutilahu. Terkait pro dan kontra itu hal yang lumrah, mudah – mudahan kedepannya kami bisa lebih baik lagi. “Uucapnya.

Pantuan kami sebagai Sosial Control terutama di Desa Sukabudi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi kinerja Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan anggotanya sudah maksimal. Dengan anggaran yang minim Rp. 20 juta, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) serta pendamping Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sudah bisa mengarahkan penerima manfaat untuk tetap mengikuti arahan sesuai ketentuan dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim) Kabupaten Bekasi.

Bisa dikatakan 100% kalau ukuran 6×6 meter persegi, atap harus tertutup, dinding, lantai memakai keramik, kamar mandi/wc, pintu dan jendela sudah terpasang. Serta bagian muka di plester dan di cat, tu ketentuan dengan anggaran Rp. 17,5 juta rupiah di tambah biaya tukang sebesar Rp. 2,5 juta rupiah dan itu semua sudah di kerjakan oleh LPM Desa Sukabudi sesuai tupoksinya. (Ali M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *