BAS Gali Potensi Wisata Alam, Wisata Kuliner & Radio Komunitas LH 107.8 FM

MutiaraIndoTv, Kabupaten Bekasi

Brigade Anak Serdadu atau disingkat BAS sejatinya adalah organisasi atau wadah yang dibentuk untuk menampung Aspirasi, idealisme serta kreatifitas anak serdadu (veteran, purnawirawan maupun yang masih aktif) serta keluarga besarnya atau keluarga sipil yang berkeinginan untuk meningkatkan taraf serta mandiri secara ekonomi dan sosial ke arah yang lebih baik, agar kiranya dapat memberi manfaat bagi keluarga besar serdadu dan masyarakat umum.

BAS bersifat independen dan tidak berafiliasi dengan partai politik atau Ormas manapun.jua, baik secara langsung maupun tidak namun BAS tetap terbuka untuk menjalin kerjasama dengan Organisasi/Institusi manapun yang bertujuan membangun bangsa dan negara Indonesia.

Visi BAS yakni mempersatukan kembali Anak-anak Serdadu untuk Setia hingga akhir kepada Pancasila dan UUD 1945.

Adapun Misi BAS yaitu Memberdayakan ekonomi dan sosial masyarakat yang berkeadilan serta bermartabat.

Dalam upaya melindungi Kali Bersih, upaya pelestarian lingkungan dan menggali potensi Wisata Alam, Wisata Kuliner dan Radio Komunitas Lingkungan Hidup BAS 107.8 FM.

Dalam Giat Silaturahmi dan Kajian Potensi Wisata di Lahan Perum Jasa Tirta II Kp. Pasir Limus, Desa Wangun Harja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi yang dihadiri oleh Sekjen BAS Darusalam, Bendum Iwan Swarna Dwipa, Biro Keuanga Ridho Supardi, Ketua I Sonny Wicaksono, Ketua IV Meiky Parwanti serta Biro Pubdok Agus Suprapto Yusbiyadi serta didukung segenap Anggota DPC BAS Bekasi Raya. Darussalam atau yang akrab disapa Alam menegaskan bahwa DPP BAS sangat mengapresiasi Inisiasi Wisata Alam, Kuliner dan Radio Komunitas di lahan Perum Jasa Tirta perlu kajian mendalam untuk mewujudkan Wisata Alam berupa Flying Fox, Susur Sungai, ATV, Paint Ball serta Budidaya ikan Koi n Ikan Konsumsi.

Tambah Alam yg berkiprap di bidang Outing, Out Bound serta Adventure, semua akan dilakukan Land scaping, Land clearance.

Menurut Sonny Di lokasi Prisdo Wangun Harja sangat teduh dan sejuk memang masih belum dibangun fasilitas Wisata Kuliner atau Spot- spot foto yang instagramable atau selfi yang memadai tapi keasrian dan kerimbunan pohon alami membuat kesan yang membetahkan pengunjung untuk berlama-lama di Lokasi Wisata yang akan kita bangun.

Agus menambahkan credit point BAS adalah Surat Oper Tanah Garapan dimiliki oleh Iin Ibrohim yang nota bene Anggota BAs. Selain itu SDM yang memiliki hingga Komunitas Musisi Jalanan Campoet Street adalah juga anggota BAS.

Masih Menurut Agus bantuan dan dukungan Putra Asli Daerah yang Bekatul atau Bekasi Tulen DR. Munawar Fuad, MA akan membantu mengurus perijinan di Jasa Tirta Pusat, mencarikan Sponsor maupun pengusaha kuliner di Wangun Harja yang nanti perlahan tapi pasti akan diwujudkan sebagai destinasi wisata. Track atau jalur Sisir Sungai akan menjadi wisata yang seru ditambah kuliner khas Kabupaten Bekasi serta oleh-oleh khas Kabupaten Bekasi akan ditonjolkan untuk membangun ekonomi masyarakat sekitar.serta anggota BAS

Meiky mengingatkan bahwa salah satu penyebab kerusakan lingkungan dan ekosistem sungai adalah pencemaran untuk itu upaya mencegah tangkal kerusakan lingkungan adalah terus bersama masyarakat dan pengusaha sekitar untuk tidak mencemari Kali Cikarang.

Diharapkan Wisata Alam dan Wisata Kuliner BAS pengelolaannya dan pemanfaatannya dapat mensejahterakan masyarakat dan tidak menimbulkan bencana alam. Keseimbangan pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup merupakan satu-satunya pilihan yang wajib diwujudkan.

Strategi kebijakan Pro Job, Pro Poor, Pro Growth dan Pro Environment adalah keniscayaan.

Ketahanan lingkungan hidup meliputi upaya pemulihan atau perbaikan lingkungan dan pengelolaan Sumber Daya Alam yang senantiasa mempertimbangkan daya dukung serta daya tampung lingkungan sehingga tercapai stabilitas ekonomi dan sosial dengan dilambari “Win Win Solution” antara pengusaha pabrik sekitar dengan masyarakat seputaran Wisata Alam, Wisata Kuliner dan Radio Komunitas Lingkungan Hidup BAS 107.8 FM adalah Harga mati, pungkas Alam.
(Agus Yusbiyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *