Bekasi Baru, Bekasi Bersih, Tema “Hari Krida Pertanian Yang Ke 47”

MutiaraindoTV, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat. Hari Krida Pertanian (HKP) yang ke-47 di gelar oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, yang di prakarsai oleh KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) Kabupaten Bekasi berlansung di Lapangan GCC Kecamatan Cikarang Utara.

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Ibu Nani Suwarni, serta Ketua KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) yang baru terpilih dua periode berturut turut yaitu Bapak H. Darissalam serta unsur Muspika Kabupaten Bekasi. Kamis, 28 November 2019.

Ada 23 Kecamatan se-Kabupaten Bekasi yang mengikuti pameran tersebut, Masing – masing Kecamatan menampilkan berbagai hasil pertanian dan perikanan di stand nya masing – masing. Di antaranya, adalah :

  1. Padi.
  2. Palawija.
  3. Bibit pohon buah – buahan, seperti :
  • Pohon Jambu Biji.
  • Pohon Mangga.
  • Pohon Kelengkeng
  • Dan masih banyak lagi.

Rencananya acara akan berlangsung selama tiga hari, yang dimulai dari tanggal 28 November sampai dengan 30 November 2019. Menurut keterangan Ketua KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) Bapak H. Darissalam mengatakan kepada kami awak media, “Alhamdulillah saya masih di percaya memimpin KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) Periode Tahun 2019 – 2024.

Acara Hari Krida Pertanian setiap tahun selalu di adakan di Kabupaten Bekasi, dan saya akan melanjutkan program program yang masih berjalan. Sektor pertanian menjadi prioritas kami untuk lima tahun kedepan, walaupun kabupaten bekasi menjadi industri terbesar di Asia Tenggara. Tetapi masyarakatnya masih kental dengan pertanian, potensi area pertanian juga masih sangat luas di kabupaten Bekasi ini.

Saya akan mendorong perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk segera di sahkan, agar tidak terkikis dengan adanya pembangungan perumahan dan industri yang merajalela. Apa lagi sekarang kan ada wacana pemekaran Bekasi Utara, tentunya kalau itu nanti terjadi paling tidak akan ada pembangunan perkantoran di utara.

Seandainya Kabupaten Bekasi Utara itu nanti terealisasi, jangan sampai lahan pertanian yang sudah ada di bangun menjadi gedung – gedung perkantoran atau perumahan. Maka dari itu kami dari KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) berusaha mendorong segera di sahkannya perda LP2B. Demi melindungi lahan pertanian terutama lahan persawahan, jangan sampai lahan yang masih produktif di jadikan perkantoran dan perumahan.

Kami mengusulkan ada 13 kecamatan yang nantinya menjadi LP2B, yaitu wilayah timur dan utara. Sesuai tema yang sekarang. Kami ingin meningkatkan kesejahteraan Petani di Kabupaten Bekasi, Bekasi baru, Bekasi Bersih. Pungkasnya. (Ali Mansyur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *