Belum 1 Tahun Jadi PNS Di Nias Barat, Izin Belajar dr. Charlie Gulo Ke UGM Terkesan Dipaksakan

MutiaraindoTV, Kabupaten Nias Barat – Sumatera Utara. Belum 1 (Satu) Tahun menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Nias Barat dr. Fakrocev Charlie Gulo, mendapat tugas belajar dan izin belajar spesialis dari Pemerintah Kabupaten Nias Barat di Universitas Gadjah Mada (UGM) di Jogyakarta.

Atas hal itu, salah seorang masyarakat pemerhati Nias Barat yang namanya tidak mau disebutkan, menyayangkan pemberian tugas belajar tersebut terkesan dipaksakan dan ditengarai mendapat perlakuan istimewa.

Dikatakannya, dr. Fakrocev Charlie Gulo, ini anak dari Sekretaris Daerah Nias Barat Fakhili Gulo, terangkat jadi PNS pada 01 Desember 2020, berdasarkan Keputusan Bupati Nias Barat Nomor 813 – 326 Tahun 2019. Terkait pemberian izin belajar bagi ASN/PNS, di dasarkan pada Surat Edaran Menteri PAN dan RB Nomor 04 Tahun 2013 tentang Pemberian Tugas Belajar dan Izin Belajar Bagi PNS yakni, “PNS yang telah memiliki masa kerja paling kurang 1 (Satu) Tahun terhitung sejak diangkat sebagai PNS”.

Kemudian dalam Peraturan Bupati Nias Barat Nomor 31 Tahun 2015 tentang Pedoman Pemberian Tugas belajar dan Izin Belajar Bagi PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nias Barat, persyaratan tugas belajar untuk dokter spesialis (poin 5) pada huruf (b) “Pangkat/Golongan ruang serendah-rendahnya Penata Muda Tk.I (III/b) dengan masa kerja sekurang – kurangnya 1 (satu) Tahun terhitung sejak diangkat sebagai PNS. ”Terangnya.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Barat Rahmati Daeli, melalui media sosial WhatsApp nya pada Senin 12 Juli 2021, menyampaikan dr. Fakrocev Charlie Gulo, izin dan tugas belajar tidak memakai APBD Kabupaten Nias Barat tetapi tanggungan pribadi. “Ia biaya sendiri, ”ungkapnya.

Lanjutnya, dr. Fakrocev Charlie Gulo, kala mendapatkan tugas atau izin belajar di Universitas Gadjah Mada bulan Februari 2021 dan statusnya sudah PNS, “Sudah PNS itu dan kapan diangkat sebagai CPNS tanya di BKD, ”ujarnya.

Ditempat berbeda, Kepala Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Nias Barat Nehemia Daeli, mengungkapkan hal berbeda bahwa tugas belajar dr. Fakrocev Charlie Gulo, program beasiswa Kabupaten Nias Barat.

“Tugas belajarnya bukan biaya sendiri tetapi ada dukungan materi dari Pemerintah Daerah sebesar Rp. 150.000.000,- juta pertahun. Program beasiswa tersebut tertampung pada mata anggaran Kantor BKD Nias Barat, ”terangnya.

Nehemia menjelaskan kala mendapat izin belajar belum dr. Fakrocev Charlie Gulo belum sampai 1 (Satu) Tahun menjadi PNS. Namun karena kebutuhan Daerah khususnya pada Rumah Sakit Pratama Nias Barat yang mendorong untuk diberi Izin Belajar.

“Benar saat mendapatkan izin tugas belajar mengambil spesialis itu, bersangkutan belum sampai 1 (Satu) Tahun jadi PNS. Dan itu didorong oleh Pemda karena keterbatasan dokter spesialis di Rumah Sakit Pratama”.

Lanjutnya, Kita akui memang dalam regulasi yang berlaku pemberian Izin Belajar masa kerja sekurang – kurangnya 1 (satu) Tahun terhitung sejak diangkat sebagai PNS akan tetapi di pasal berikutnya ada kata : “Apabila…. Red. karena kebutuhan yang memberikan pengecualian, ”ujarnya.

Mantan Camat Lahomi ini menyampaikan keadaan petugas khusus dokter spesialis yang ada di Rumah Sakit Pratama Nias Barat hanya 1 (Satu) orang, “Padahal dalam memenuhi syarat pelayanan kesehatan di Rumah Sakit minimal harus ada 4 (Empat) Orang jadi harapan kita di Tahun 2022 kedepan minimal ada 2 (Dua) Orang lagi yang mau tugas belajar demi memenuhi pelayanan di Rumah Sakit Pratama Nias Barat”.

Dengan tegas dikatakan Nehemia, bahwa dalam pemberian Tugas Belajar dan Izin Belajar kepada dr. Fakrocev Charlie Gulo, bukan tanggungan sendiri seperti yang disampaikan oleh Kadis Kesehatan Rahmati Daeli, tetapi ada dukungan materi dari Pemerintah Daerah. “Ungkapnya mengakhiri. (AH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *