Bendungan Leowigoong Uji Coba Aliri Saluran Menjelang Berakhirnya Masa Konrtak Dengan PT. Waskita 

MutiaraindoTV, Kabupaten Garut – Jawa Barat. Mega Proyek Bendung Leuwigoong melakukan uji coba aliri saluran yang telah dibangun dan memakan waktu kurang lebih delapan tahun, kegiatan ini dilakukan seiring berakhirnya masa waktu kontrak dengan PT. Waskita selaku pelaksana pembangunan fisiknya.

Memang setelah dua hari uji coba dilakukan beberapa persoalan muncul, namun permasalan itu dapat diatasi seperti banyaknya tumbuhan rumput lias di tengah saluran primer dan sekunder, banyaknya jembatan orang darurat, yang terbuat dari bambu yang ditopang oleh tiang penyangga. Yang mana itu dapat menghambat lajunya air, serta terputusnya paralon yang selama ini berfjngsi mengairi areal yang diseberangnya.

Dikarenakan pintu bangunan bagi sadapnya belum diopersikan, menanggapi keluhan para pengguna air yang notabene anggota P3A dari empat Desa. Yakni :

  1. Desa Sukasenang.
  2. Desa Pamekarsari.
  3. Desa Sukaratu.
  4. Desa Sukamukti.

Sekretaris Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Banyuwapas, mendatangi penanggung jawab Konsultan PUPR Beni dirumah Dinasnya untuk meminta penjelasan.

“Beni menjelaskan, bahwa memang sekarang kami sedang melakukan uji alir. Sudah dua hari saya cek baru nyampai Cibatu Pak?. Jawab Beni, target uji aliri saluran ini sampai ke hilir. Yakni Kecamatan Lewo, mungkin sekarang akan terus menerus dan dalam jangka waktu yah bisa seminggu dan bisa lebih tambahnya.

Mengenai permasalahan yang ada Petani juga harus maklum, kalau ada kendala seperti paralon talang putus. Ya namanya juga talang sementara nanti kalau sudah beroperasikan, gak harus pakai itu kan sudan ada pintu bagi sadap di daerah yang paralonya putus itu. “kata Beni menjelaskan.

Mudah – mudahan uji alir kali ini lancar dan sampai ke ujung, memang kami membuka pintu di Pusat Bendung ini bertahap. Dari lima sentimeter ditunggu dulu beberapa jam naik lagi, sepuluh sentimeter ya sesuai SOP lah. Kalau dibuka sekaligus itu akan membahayakan bisa kaya banjir bandang nanti. “Kata Beni sambil bercanda.

Kita semua berharap dan berdoa, supaya lancar dan intinya uji alir kali ini sampai ke titik akhir di hilir. Karena kontrak dengan pihak PT. Waskita akan segera berakhir pada akhir tahun ini, “kata Beni menambahkan.

Lantas apakah akan dilakukan normalisasi pra operasi Pak melihat, banyaknya rumput liar dan jembatan darurat di tengah saluran sekunder itu. “Tanya sekretaris GP3A Banyuwapas lagi.

Yaaah nanti akan saya usulkan untuk dilakukan normalisasi kembali, karena beberapa waktu kebelakang kami sudah melakukan pembersihan memakai alat berat. Namun karena terlalu lama tidak dialiri yah jadi kotor lagi tuh, “kata perwakilan PUPR ini kepada Sekretaris GP3A Banyuwapas sambil menutup pembicaraan.

Diharapkan kepada semua masyarakat pengguna air dapat bersabar dan mentaati semua aturan yang ada, demi kepentingan bersama. Karena banyaknya kasus perusakan pintu pembagi, serta perusakan bangunan irigasi sangat masif. Kedepan kami selaku lembaga yang bertugas menjadi fasilitator Petani.

Dan membantu Pemerintah sangat berharap kepada aparat penegak hukum baik Kepolisian, Kejaksaan dan Satpol PP dapat bersinergi dalam rangka penanganan kasus seputar irigasi. (Iskandar/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *