Bertebaran Spanduk Ucapan Di Pagar Dan Dinding Rumah Ibadah, Pemkot Harus Tegas

Mutiaraindotv – Kota Lubuklinggau, Menjelang Pemilihan Kepala Daerah di seluruh Indonesia yang dikenal Pilkada Serentak 2024, yang akan dilaksanakan di bulan November. Sudah banyak figur calon Kepala Daerah yang mulai mengatur strategi dengan segala cara, mulai memasang spanduk ucapan selamat menyambut bulan suci Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri 1445 H, dijalan, persimpangan dan yang sangat disayangkan maraknya spanduk memanfaatkan pagar dan dinding rumah ibadah.

Saat tim Mutiaraindotv banyak menerima laporan dan melihat sendiri fakta dilapangan ternyata benar, spanduk yang bertebaran di rumah ibadah diwilayah Kota Lubuklinggau, ada yang dipasang di dinding parkiran mesjid dan pagar. Inilah yang menjadikan bedanya suasana pandangan umat terkait bertebaran Spanduk dirumah ibadah.

Salah satu warga di wilayah Kecamatan Lubuklinggau Selatan dan Timur inisial S menyampaikan ke Mutiaraindotv pada hari, Senin, 29 April 2024 apa egak ada larangan pak dari KPU dan Bawaslu serta Pemerintah Kota Lubuklinggau terkait maraknya spanduk yang bertebaran di pagar dan dinding mesjid, sebab melihatnya jadi egak enak. Karena rumah ibadah itu tempat orang melakukan peribadatan bukan tempat untuk kepentingan para bacalon Walikota dan Wakil Walikota.

Lanjut beliau, sebenarnya kami sendiri risih melihat spanduk yang dipasang di dinding dan pagar rumah ibadah, tapi kami dak galak melepas nya nanti dibilang yang masang usil dan dimusuhi. Ya harapan kami sebagai rakyat kecil tolong kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau, KPU dan Bawaslu untuk di lakukan penertiban terkait spanduk yang ada dipagar dan dinding rumah ibadah. Agar rumah ibadah terlihat lebih bersih karena kebersihan itu pangkal dari iman dan kenyamanan bagi umat yang akan melakukan peribadatan.

Mengutip dari penyampaian Anggota KPU RI, terkait penggunaan bahan kampanye atau APK, ada regulasi yang mengatur tentang penempatan atau penempelan APK ini. Sebagaimana tertuang dalam Pasal 70 dan 71 Undang-undang (UU) 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Hal ini disampaikan Anggota KPU Betty Epsilon Idroos saat  hadir sebagai pembicara daring, Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penguatan Antarlembaga untuk Optimalisasi Pengawasan Pemilu Serentak, yang diselenggarakan Bawaslu, Kamis (5/10/2023).

Pada Pasal 71 disebutkan tempat umum yang dilarang ditempelkan bahan kampanye yakni, tempat ibadah, rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, tempat pendidikan, gedung atau fasilitas milik pemerintah, jalan-jalan protokol, jalan bebas hambatan, sarana dan prasarana publik dan/atau taman dan pepohonan. “Kecuali nanti putusan MK (yang) membatasi lokusnya,” ujar Betty.

Sementara pada Pasal 71 APK dilarang dipasang pada tempat umum yakni tempat ibadah, rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, tempat pendidikan, gedung atau fasilitas milik pemerintah, fasilitas tertentu milik pemerintah, dan fasilitas lainnya yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Melihat press release dari anggota KPU, jelas bagi para bacalon Walikota dan Wakil Walikota dilarang pemasangan spanduk ditempat yang menggangu ketertiban umum, karena bisa menggangu umat yang akan beribadah. Karena perlu diingat rumah ibadah bukan untuk tempat melakukan kegiatan politik identitas yang merusak moral agama umat dalam melaksanakan ibadah. Jadi pilihlah pemimpin yang tidak menggunakan politik identitas dan manfaatkan rumah ibadah buat kampanye politik, karena agama apapun melarang kegiatan yang berbau politik. (018).

 

 

Check Also

Kehadiran Kejati Dan Tripikor Polda Sumsel, Ditunggu Dinas Perikanan Terkait APBD & APBDP 2023

Mutiaraindotv – Kota Lubuklinggau Bisa, Publik bertanya ada apa sampai saat ini belum adanya hasil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *