BKKBN Pusat Dengan Mitra Kerja Anggota Komisi IX DPR-RI Putih Sari Menggelar Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting Di Wilayah Khusus

MutiaraindoTV, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN-RI) bekerjasama dengan Mitra kerja Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), mengadakan sosialisasi yang bertemakan “Percepatan Penurunan Stunting Di Wilayah Khusus” yang di prakarsai oleh Yayasan Teratai Putih Lestari pimpinan H. Darissalam.

Di hadiri dr.Firda Fajarwati dari BKKBN Pusat, Mia Wahdini dari BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dedi Supratman yang Mewakili drg. Hj. Putih Sari, MM, Drs. H. Jaini, MM, Sekdin PPKB Kabupaten Bekasi, Perwakilan dari Pemdes Mekarsari, Bimaspol, Babinsa, Tokoh Agama, serta Tokoh Masyarakat. Acara berlangsung di Gor Futsal Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Senin, 14 Oktober 2022.

Dedi Supratman mewakili Putih Sari mengatakan, “Ibu Putih Sari minta maaf yang sebesar besarnya kepada semua hadirin. Beliau belum bisa hadir di karenakan masih kurang sehat, beliau berpesan kepada saya agar menyampaikan pentingnya kita menjaga kesehatan, karena kesehatan sangat penting untuk kita dan keluarga kita.

Lanjut Dedi, stunting ialah kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Karena mengalami kekurangan gizi menahun, balita stunting tumbuh lebih pendek dari standar balita seumurnya.

Masih kata Dedi, akibat stunting pada balita bisa tergaggu perkembangan otak dan fisik balita. Hal ini akan membuat balita sulit mencapai prestasinya kelak.Balita akan lebih rentan terhadap penyakit, selain itu kelak saat dewasa akan lebih mudah mengalami penyakit jantung diabetes dan lainnya. “Pungkasnya.

Firda Fajarwati mengatakan, kekurangan gizi menahun khususnya pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang di mulai dari masa kehamilan hingga balita berumur 2 tahun. 1000 HPK merupakan periode emas pertumbuhan balita, pada periode tersebut 80% otak balita berkembang,masa ini tidak akan terulang.

Lanjut Firda Fajarwati, secara umum kekurangan gizi dikarenakan kekurangan asupan gizi karena pola asuh yang kurang tepat dalam pemberian makan balita baik dari jumlah dan jenisnya, paparan kuman/bakteri pada balita di karenakan lingkungan yang tidak bersih.

“Infeksi bakteri akan mengakibaddtkan asupan gizi untuk pertumbuhan balita yang terpaksa di gunakan tubuh melawan infeksi bakteri, bakteri bersumber dari lingkungan yang kurang sehat, atau dari kita yang dengan kebiasaan tidak mencuci tangan setelah beraktivitas di luar maupun di dalam rumah.

Mia Wahdini dari BKKBN Provinsi Jawa Barat memaparkan cara pencegahan stunting, pernikahan haruslah wanita di usia 21 tahun,sedangkan yang laki laki di usia 25 tahun,karena wanita di usia 21 tahun rahimnya sudah siap untuk mengandung. Sedangkan usia di bawah 21 tahun rahimnya masih tipis dan belum siap untuk mengandung, kalau di paksakan akan berbahaya pada ibu dan si bayinya.

“Periksakan kehamilan minimal empat kali dan melibatkan suami, minum tablet penambah darah untuk mencegah kekurangan darah/anemia. Tambah satu porsi makan pada ibu hamil, konsumsi protein hewani. Yaitu : Ati, Telur Ikan (ATIKA)

Lanjut Mia, saat melahirkan di fasilitas kesehatan, Rumah Sakit atau Bidan, berikan imunisasi sesuai jadwal di Posyandu untuk mengetahui perkembangan si bayi dan berikan ASI (Air Susu Ibu,) saja sebanyak mungkin.Untuk bayi usia 6 sampai dengan 2 tahun berikan ASI (Air Susu Ibu) sebanyak mungkin,balita harus makan 3 kali sehari.

H. Jaini menambahkan, stunting itu kerdi/ pendek, tapi pendek bukan berarti stunting,bayi normal saat lahir ialah panjang 48 – 58 cm, sedangkan beratnya 2,9 – 3,9 kg untuk laki laki,sedangkan untuk perempuan beratnya 2,8 – 3,7 kg dengan panjang 41 – 51 cm, biasakan hidup sehat kepada ibu hamil dengan memeriksakan calon bayi ke Puskesmas secara rutin minimal 4 kali.

“Konsumsi makanan yang mengandung gizi, sayuran buah buahan serta di tambah porsi makannya. Hindari Anemia saat hamil dengan mengkonsumsi suplemen penambah darah, jauhkan ibu hamil dari asap rokok untuk pertumbuhan si calon bayi. (Ali M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *