BKKBN Pusat Dengan Mitra Kerja Anggota Komisi IX DPR-RI Putih Sari Menggelar Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting Di Wilayah Khusus

MutiaraindoTV, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN-RI) bekerjasama dengan Mitra kerja Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) mengadakan sosialisasi yang bertemakan “Percepatan Penurunan Stunting Di Wilayah Khusus”, yang di prakarsai oleh Yayasan Teratai Putih Lestari pimpinan H. Darissalam.

Di hadiri dr.Eni Gustina, Mph, Deputi KBKR BKKBN Pusat, dr. Elma dari BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dedi Supratman yang Mewakili drg. Hj. Putih Sari, MM, perwakilan dari Pemerintah Desa Nagasari, Bimaspol, Babinsa,Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat.,Acara di gelar di halaman rumah salah satu warga Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Kamis, 10 Oktober 2022.

Dedi Supratman mewakili Putih Sari mengatakan, “Ibu Putih Sari minta maaf yang sebesar besarnya kepada semua hadirin, beliau belum bisa hadir di karenakan masih kurang sehat. Beliau berpesan kepada saya agar menyampaikan pentingnya kita menjaga kesehatan, karena kesehatan sangat penting untuk kita dan keluarga kita.

Lanjut Dedi, Stunting ialah kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak karena mengalami kekurangan gizi menahun, balita stunting tumbuh lebih pendek dari standar balita seumurnya.

Masih kata Dedi, akibat stunting pada balita bisa tergaggu perkembangan otak dan fisik balita,hal ini akan membuat balita sulit mencapai prestasinya kelak. Balita akan lebih rentan terhadap penyakit, selain itu kelak saat dewasa akan lebih mudah mengalami penyakit jantung diabetes dan lainnya. “Pungkasnya.

dr. Eni Gustina mengatakan, “kekurangan gizi menahun khususnya pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang di mulai dari masa kehamilan hingga balita berumur 2 tahun.1000 HPK merupakan periode emas pertumbuhan balita, pada periode tersebut 80% otak balita berkembang, masa ini tidak akan terulang.

Lanjut Eni Gustina, secara umum kekurangan gizi dikarenakan kekurangan asupan gizi karena pola asuh yang kurang tepat dalam pemberian makan balita baik dari jumlah dan jenisnya, paparan kuman/bakteri pada balita di karenakan lingkungan yang tidak bersih.

“Infeksi bakteri akan mengakibatkan asupan gizi untuk pertumbuhan balita yang terpaksa di gunakan tubuh melawan infeksi bakteri, bakteri bersumber dari lingkungan yang kurang sehat, atau dari kita yang dengan kebiasaan tidak mencuci tangan setelah beraktivitas di luar maupun di dalam rumah.tuturnya

dr. Elma dari BKKBN Provinsi Jawa Barat memaparkan cara pencegahan stunting, pernikahan haruslah wanita di usia 21 tahun, sedangkan yang laki laki di usia 25 tahun. Karena wanita di usia 21 tahun rahimnya sudah siap untuk mengandung, sedangkan usia di bawah 21 tahun rahimnya masih tipis dan belum siap untuk mengandung, kalau di paksakan akan berbahaya pada ibu dan si bayinya.

“Periksakan kehamilan minimal empat kali dan melibatkan suami, minum tablet penambah darah untuk mencegah kekurangan darah/anemia. Tambah satu porsi makan pada ibu hamil, konsumsi protein hewani yaitu : Ati, Telur Ikan (ATIKA).

Lanjut Elma, saat melahirkan di fasilitas kesehatan, rumah sakit atau bidan. Bayi segera mendapatkan Inisasi Menyusui Dini (IMD), berikan imunisasi sesuai jadwal di posyandu untuk mengetahui perkembangan si bayi dan berikan ASI (Air Susu Ibu) saja sebanyak mungkin.

“Untuk bayi usia 6 sampai dengan 2 tahun berikan ASI (Air Susu Ibu) sebanyak mungkin, balita harus makan 3 kali sehari dengan 2 kali selingan makanan ringan atau snack, pantau pertumbuhan balita di Posyandu setiap bulannya.

Tangan bisa menjadi media penularan kuman ke bayi, maka lakukan cuci tangan di saat penting, sebelum menyiapkan makanan pada bayi, sebelum makan dan memberi makan pada bayi. Sebelum memegang bayi,sesudah buang air kecil/besar dan sesudah menceboki bayi, karena dengan mencuci tangan sebelum melakukan kegiatan di atas dapat mencegah stunting. (Ali M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *