BKKBN RI Bekerjasama Dengan Anggota Komisi IX DPR-RI Adakan Sosialisasi Pencegahan Stunting Di Desa Sukajaya, Kec. Cibitung

MutiaraindoTV, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Republik Indonesia BKKBN Provinsi Jawa Barat dan BKKBN Kabupaten Bekasi bekerjasama dengan Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI),  yang membidangi tentang Kesehatan mengangkat tema “Program Percepatan Penurunan Stunting Di Wilayah Khusus”.

Dihadiri Dr. Eni Gustina, MPH Diputi Bidang KBKR BKKBN RI, Dedi Supratman yang mewakili Hj. Drg. Putih Sari, M.M, Dr, Drs. Wahidin, M.Kes kepala perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Zaini, MM Sekertaris DPPKB Kabupaten Bekasi, perwakilan dari Pemdes Sukajaya, Babinsa, perwakilan dari Puskesmas Desa Sukajaya, Kader Posyandu serta penggerak PKK, acara berlangsung di Aula Kantor Desa Sukajaya Kecamatan Cibitung. Sabtu, 1 Oktober 2022.

Dedi Supratman menerangkan kepada peserta sosialisasi apa Stunting, “Stunting (Kerdil) ialah kurang gizi kronis yang di sebabkan kurangnya asupan gizi dari bayi sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan pendek (Kerdil) dari standar usianya.

“Penyebab kekurangan gizi di karenakan kurangnya asupan gizi, karena pola asuh yang kurang tepat dalam pemberian makan balita baik dari jumlah maupun jenisnya. Paparan kuman atau bakteri pada balita, lingkungan yang tidak bersih menyebabkan balita terpapar bakteri.

Infeksi bakteri akan mengakibatkan asupan gizi untuk pertumbuhan balita terpaksa di gunakan tubuh untuk melawan infeksi bakteri, bakteri bersumber dari lingkungan. Misalnya karena buang air besar sembarangan, untuk penanganan dan pencegahan nanti dari BKKBN yang akan menerangkan lebih lanjut. “Pungkasnya.

Dr. Eni Gustina Diputi Bidang KBKR BKKBN RI menyampaikan, “pencegahan Stunting pada masa kehamilan yang harus di lakukan ibu hamil ialah, periksa kehamilan minimal 4 kali dengan melibatkan suami. Minum tablet penambah darah 90 tablet untuk cegah kurang darah atau anemia, makan harus di tambah porsinya, serta konsumsi ati, telur serta ikan.

“Saat melahirkan harus di fasilitas kesehatan dan bayi harus segera mendapatkan inisiasi menyusu dini segera setelah lahir, bayi harus di pantau pertumbuhannya ke Posyandu setiap bulannya serta berikan ASI saja sebanyak mungkin. “Ucapnya.

H. Zaini sekertaris DPPKB Kabupaten Bekasi menyampaikan, “ada beberapa kecamatan di Kabupaten Bekasi yang tingkat kasus stunting masih ada. Walaupun tidak tinggi, kebiasaan kita mencuci tangan setelah beraktivitas dapat mencegah stunting, tangan bisa menjadi media penularan kuman ke bayi, maka dari itu cuci tangan sangat penting.

Misalnya cuci tangan sebelum menyiapkan makanan, saat memberi makan bayi tangan juga harus bersih. Sebelum memegang bayi, sesudah menceboki bayi, sesudah buang air besar ataupun kecil harus cuci tangan pake sabun anti septik. (Ali M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *