BPBD Kabupaten Bener Meriah : Menempel Dan Mengali Saluran Air Di Jalan Jalur Dua Bandara Rembele

MutiaraindoTV, Kabupaten Bener Meriah – Aceh. Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah lakukan gotong royong secara bersama menempel, dan mengali jalur air yang ada di jalan jalur dua Bandara Rembele, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah. Jum’at, 22 Februari 2019.

Pantauan awak media dilokasi badan jalan jalur dua Bandara Rembele milik Kabupaten Bener Meriah itu, yang tadinya berlobang dan di genangi Air. Yang sangat membahayakan penguna jalan ini dengan sukarelawanan BPBD Bener Meriah Menempel, dan mengali saluran air yang ada di wilayah tersebut.

Sekertaris Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD)Kabupaten Bener Meriah Drs. Muktar M.Si kepada awak media ini pada hari Kamis 21 Februari 2019 kemarin siang menjelas, “mengingat kondisi jalan yang berlobang dan tergenang oleh air maka kami menyampaikan hal tersebut ke Plt. Bupati dan meminta ijin untuk di Perbaiki.

Ini kan cukup berbahaya jika kita biarkan mengingat banyaknya pengendara baik itu roda dua, atau empat yang melintasi jalur ini yang sudah masuk kedalam lobang jalan yang tergenang air ini, “ungkapnya.

Disingung soal apakah ini perintah atau memang inrsiatip, Sekertaris Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah Drs. Muktar dengan tersenyum menjelas kan, ” oh tidak ini hanya pangilan nurani saja.

Mengingat banyak saudara kita yang sudah terjatuh di jalur ini, kan tidak ada salahnya jika kami dari BPBD melakukan penempelan dan pengalian jalur air yang di samping Bandara Rembele Ini, agar tidak tergenang seperti kemarin. “Jelasnya.

Amatan awak media ini di lokasi, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah juga mengunakan alat berat jenis Beko miliknya, guna untuk pengalian jalur air yang di perkirakan 1 Km tersebut.

Selain alat tersebut juga tanpak di lakukannya gotong royong secara bersama sama menempel badan jalan dengan mengunakan semen, serta memindahkan sementara jalur kendraan guna menungu kering tempelan tersebut. (Pujo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *