Bupati Bondowoso Canangkan Gerakan PEKASESAMA

oleh -7 views

MutiaraIndoTV.com ( BONDOWOSO)-Untuk mengantisipasi kerawanan pemotongan dana bantuan non tunai bagi Rumah Tangga Sangat Miskin, Pemerintah Daerah Bondowoso menerbitkan Kartu PEKASESAMA atau Pegang Kartu Sendiri Supaya Aman.

Kartu PEKASESAMA tersebut bertujuan agar seluruh KPM PKH dan BNPT serta masyarakat Bondowoso bisa memahami dan mengetahui bahwa kartu KKS itu menjadi milik KPM PKH dan BNPT.

PEKASESAMA ini mengacu Peraturan Menteri Sosial nomor 1 tahun 2018 tentang program keluarga harapan, serta Peraturan Menteri Sosial nomor 5 tahun 2021 tentang pelaksanaan program sembako.

Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, KH. Salwa Arifin, saat Melaunching Gerakan Pegang Kartu Sendiri Supaya Aman (PEKASESAMA),  di Pendopo Pemda Kabupaten Wonosobo, Senin (13/9).

”  Program perlindungan sosial melalui pemberian uang non tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), secara internasional dikenal sebagai Program Conditional Cash Transfers atau Program Bantuan Tunai Bersyarat. Kartu ini harus dipegang sendiri agar bisa digunakan dan dimanfaatkan secara baik,” Kata Bupati.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 0822 Bondowoso, Letkol Kav Widi Widayat, ST., Kabag Ren Polres Bondowoso Kompol Lukman, dan Kasi Intel Kejari Bondowoso Sucipto S.H ,MH., serta Kepala Dinsos Bondowoso, Anisatul Hamidah, M.Si

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0822 Bondowoso, Letkol Kav Widi Widayat, ST, mengatakan, selama ini masyarakat memandang bahwa Dinas Sosial tugasnya hanya mendata saja. Kami mohon dukungan doa salah satunya adalah bagaimana hari ini kira bisa mengawal para disabilitas, sebab pada tanggal 8 Oktober nanti, ada 2 orang disabilitas akan mewakili kabupaten Bondowoso pada event nasional.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meminimalisir adanya penyalahgunaan KKS PKH maupun BPNT di Kabupaten Bondowoso”, Terangnya, Dandim.

Dari dua desabilitas tersebut, sambung Dandim, nantinya akan dikirim ke UPT Mahatma Bali, untuk mengikuti pelatihan tuna netra dan juga pelatihan di UPN Jawa Timur tepatnya di kabupaten Malang, dan hari ini kami juga membantu 200 lebih anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid -19.

“Dengan adanya penerima kartu tersebut, kedepan tidak lagi terdapat adanya kejadian pemotongan, yang dapat merugikan masyarakat penerima bantuan”, Terang Dandim, Letkol Kav. Widi Widayat, ST. (Abdi – Theo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.