Bupati Situbondo Menyerahkan Rancangan KUA-PPAS APBD Tahun 2022 Ke DPRD

 

Bupati Situbondo, H. Karna Suswandi menyerahkan nota pengantar rancangan KUA-PPAS APBD Tahun 2022 ke pimpinan dewan, Rabu (27/10).

 

 

MutiaraIndoTv.com (SITUBONDO)- DPRD Kabupaten Situbondo Rabu (27/10) menggelar sidang paripurna dengan agenda penyampaian nota pengantar Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kabupaten Situbondo tahun anggaran 2022.

Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Situbondo, Edi Wahyudi didampingi Wakil Ketua DPRD H. Durahman dan Heroe Soegihartono serta dihadiri Bupati Situbondo, H. Karna Suswandi dan Wakil Bupati Hj. Khoironi, Forkopimda beserta seluruh Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Situbondo.

Keterlambatan Pengesahan APBD Tahun 2021 Dana Insentif Daerah tahun 2022, sebesar Rp. 23 Milliar Lebih Zonk.

Nota pengantar rancangan KUA-PPAS APBD Kabupaten Situbondo Tahun Anggaran 2022, disampaikan langsung Bupati Situbondo H. Karna Suswandi.

Dalam penyampaiannya, Bupati mengatakan, pendapatan daerah pada rancangan KUA dan PPAS tahun anggaran 2022 sebesar Rp. 1.779.281.091.229 terdiri dari Pendapatan Daerah dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Pendapatan Daerah (PAD) pada tahun 2022 sebesar Rp.224.508.018.336

Selanjutnya Pendapatan Daerah dari Pendapatan Transfer sebesar Rp. 1.499.271.172.893, dan pendapatan daerah dari Lain lain pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp. 55.501.900.000. Demikian dikatakan Bupati H. Karna Suswandi saat membacakan sambutan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Situbondo.

Lebih lanjut, H. Karna Suswandi mengatakan bahwa untuk belanja daerah tahun anggaran 2022, sebesar Rp. 1.812.899.091.723 meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga dan belanja transfer, sedangkan untuk pembiayaan pada rancangan PPAS, Yaitu penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 64.868.000.000 adalah berasal dari Silpa tahun anggaran 2021.

Untuk pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 31.249.999.506 adalah pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo, maka pembiayaan netto sebesar Rp. 33.618.000.494 digunakan untuk menutup defisit anggaran., Ungkapnya

Sedangkan rincian pendapatan berdasarkan TKDD tahun anggaran 2022, untuk PAD tidak terdapat perubahan, tapi untuk pendapatan daerah dari pendapatan transfer yang semula sebesar Rp. 1.499.271.172.893 berkurang sebesar Rp.13.155.134.674 menjadi sebesar Rp. 1.486.116.038.219, Terang Bung Karna

Pendapatan transfer pemerintah pusat semula sebesar Rp. 1.363.606.600.674 berkurang sebesar Rp. 13.155.134.674 menjadi sebesar Rp. 1.350.451.466.000, yang terdiri dari pendapatan transfer bersifat umum berkurang sebesar Rp. 82.875.067.334 hal ini disebabkan dana transfer umum Tahun 2022 berkurang sebesar 68 milyard lebih dan dana insentif daerah (DID) Nol Rupiah (zonk), yang diakibatkan karena pengesahan APBD tahun 2021 terlambat, Terangnya

Untuk pendapatan transfer bersifat khusus bertambah Rp. 69.719.832.660 dengan rincian dana transfer khusus DAK fisik bertambah sebesar 7 milliar lebih, DAK Non fisik bertambah 65 milliar lebih, untuk Dana Desa berkurang 3 milliar l ebih, dan untuk pendapatan transfer antar daerah tidak ada perubahan, Imbuh, Bung Karna.

Selain pengurangan pendapatan transfer, terdapat beberapa kewajiban pemkab Situbondo yang belum teranggarkan pada rancangan KUA PPAS Tahun anggaran 2022 sebesar Rp. 21.412.333.830 terdiri dari utang iuran BPJS tahun 2020, Kekurangan pembayaran pinjaman, BPJS Kesehatan tahun 2022, untuk Kades dan perangkat desa, BPJS ketenagakerjaan tahun 2022 untuk Kades dan perangkat desa dan penambahan anggaran BTT tahun 2022 guna mengantisipasi keadaan darurat termasuk keperluan mendesak akibat pandemi covid 19, atau bencana lainnya yang tidak bisa diprediksi, Tutur Bung Karna

Sehingga total defisit anggaran pada rancangan KUA PPAS Tahun anggaran 2022 sebesar Rp. 104.287.401.164. Hal ini akan kita sesuaikan kembali anggaran program/kegiatan masing masing OPD yang telah tercantum pada KUA PPAS Tahun anggaran 2022, dengan cara melakukan efisiensi anggaran dan mengutamakan program prioritas sesuai visi misi kepala daerah serta tema pembangunan Kabupaten Situbondo tahun 2022, Tuturnya.

Pada sambutan terakhirnya, Bung Karna meminta kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Situbondo agar program kegiatan yang di danai oleh PEN yang dianggarkan pada perubahan APBD Tahun anggaran 2021, pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Situbondo untuk direkomendasikan dianggarkan kembali pada rancangan KUA PPAS Tahun Anggaran 2022, Pungkas Bung Karna.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Situbondo, Edi Wahyudi mengatakan nota pengantar rancangan KUA-PPAS APBD Kabupaten Situbondo 2022 tersebut akan dijadikan bahan pembahasan oleh komisi-komisi dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabuoaten Situbondo.

Di kesempatan itu juga, Ketua DPRD Kabupaten Situbondo mengajak semua masyarakat untuk selalu menerapkan protokol COVID-19 dengan sering mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak dan menjaga imunitas. (SYAM)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *