Curah Hujan Tinggi, Tim TRC BPBD Mura Cek Kondisi Rawan Banjir Dan Longsor

Mutiaraindotv, Muara Beliti – Musi Rawas, Untuk mengantisipasi terjadinya Banjir dan Longsor yang di akibatkan intensitas curah hujan meningkat diawal tahun 2021. TRC BPBD Kabupaten Musi Rawas melakukan monitoring wilayah Sungai yang ada di Musi Rawas yang dipimpin langsung Kasilog dan Kedaruratan BPDB EKo Sefriwan bersama Tim TRC BPBD mengecek debit Air Sungai. Rabu, 13 Januari 2021.

Plt BPBD Darsan melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Mura Eko Sefriwan, diruang kerjanya sekira pukul 09.40 Wib, ke Tim Mutiaraindotv mengatakan, bahwa dari hasil survey saat ini ketinggian Air Musi dan Kelingi masih diatas normal. Namun sudah menandahkan adanya peningkatan, ini disebabkan insinsitas hujan semakin meningkat.

” Yang mengakibatkan 5 wilayah terkena Bencana Banjir dan Longsor yaitu, Kecamatan Terawas, Kecamatan Megang Sakti, Kecamatan Muara Lakitan, Kecamatan Muara Kelingi dan Kecamatan Cecar. Dan 2 Kecamatan yang sering terjadi dampak Longsor yaitu Kecamatan Selangit dengan Kecamatan TPK “.

Untuk Genangan yang sering terjadi diakibatkan dari Luapan Sungai Rupit yang terdampak di wilayah Megang Sakti, yang mengakibatkan aktifitas Masyarakat terganggu perekonomian.

Alhamdulillah 24 jam Tim TRC BPBD Mura dan para Relawan yang telah tersebar di 5 Kecamatan untuk Antisipasi Bencana Banjir yaitu :
  1. Kecamatan Muara Lakitan sebanyak 6 orang,
  2. Kecamatan Muara Kelingi sebanyak 6 orang,
  3. Kecamatan Megang Sakti sebanyak 6 orang,
  4. Kecamatan Jayaloka sebanyak 6 orang, dan
  5. Kecamatan Cecar sebanyak 6 orang.
Sedangkan untuk wilayah Bencana Longsor, ada di 2 Kecamatan yaitu :
Kecamatan STL ULU Terawas, dan Kecamatan TPK.

Adapun Personil dan Perlengkapan serta Fasilitas yang telah dipersiapkan oleh Tim BPDB Musi Rawas untuk mengantisipasi Bencana Banjir dan Longsor yaitu :

  1. Personel TRC sebanyak 30 orang,
  2. Kendaraan TRC sebanyak 2 unit,
  3. RCLsebanyak 2 unit,
  4. Perahu Karet Repting sebanyak 1 unit,
  5. Las Jaket sebanyak 50 unit,
  6. Mobil Tank Air Bersih sebanyak 2 unit,
  7. Water Tank Air Bersih sebanyak 1 unit,
  8. Tenda Pengungsi sebanyak 4 unit dan
  9. Tenda Keluarga sebanyak 7 unit.

Sedangkan untuk Mobil Lapak Tori dan Mobil Dapur Umum itu semuanya ada di OPD terkait, dan insya Allah semua sudah siap dan stenbay selalu untuk mengantisipasi Bencana Alam yang akan terjadi. Ya mudah-mudahan ini tidak terjadi, harapan Eko.

” Intinya BPBD Mura selalu siap siaga dalam menanggulangi Bencana Alam “. 

Karena dampak dari Bencana Banjir, yang disebab intensitas hujan semakin meningkat ini juga disebabkan Air kiriman dari Kabupaten Empat Lawang dan Kabupaten Rejang Lebong.

BPBD Mura selalu menghimbau kepada Masyarakat diwilayah Musi Rawas yang tinggal di Daerah Bantaran Sungai dan wilayah Longsor untuk siap siaga selalu dengan cuaca exterem saat ini. Untuk  mengurangi aktivitas di Air, apabila terjadi potesi Banjir dan Longsor agar segera menghubungi BPDB Mura untuk antisipasi korban jiwa akibat Bencana Alam.

” Kendalah yang sering terjadi dilapangan saat pasca Banjir dan Longsor, ke banyakan Masyarakat tidak mau di evakusi dikarenakan takut kehilangan harta bendanya di dalam rumah akibat dari penjarahan “, ucapnya.

Inilah faktor yg sering terjadi dilapangan makanya harapan kami untuk selalu bekerjasama dalam mengantisipasi pasca Banjir dan Longsor ditahun 2021.

Dan kepada pihak terkait, untuk bekerja sama, agar Masyarakat yang terdampak Banjir dan Longsor mau untuk di evakuasi dengan memberikan kenyamanan, ketentraman dan keamanan bagi Masyarakat. Terkhusus diwilayah Kabupaten Musi Rawas yang terdampak Banjir dan Longsor, pungkas Eko. (021).

editor ” Awi “.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *