Di Duga Polres, Kades Jombang Tutup Mata Aktivitas Tambang Pasir Ilegal

Mutiaraindotv – Kabupaten Jombang, Aktivitas Tambang Galian C jenis Pasir dan Batu, tak ber IJin alias Ilegal di wilayah Hukum Polres Jombang semakin marak, akibat ulah penambang liar tersebut, puluhan hektar lahan produktif persawahan milik warga rusak, berubah menjadi kubangan yang penuh dengan genangi air.

Hasil Investigasi media Mutiaraindotv,  pada tanggal 16 Agustus 2022, tepatnya di Desa Kauman Dusun Krenggan, Kecamatan Ngoro Jombang, Provinsi Jawa Timur, terdapat Aktivitas galian C besar besaran dengan menggunakan alat berat 2 Unit Excavator merk CAT serta puluhan dam Trak sedang mengantri untuk di isi hasil tambangnya.

Di sisi lain , kegiatan tambang Pasir bodong tak berizin ini membuat keluh kesah sebagian warga desa setempat,

Seperti di katakan beberapa warga desa Kerenggan yang di publikasikan media Mutiaraindotv, mengatakan, bahwa kegiatan tambang galian C Ilegal ini sudah beroperasi hampir beberapa Minggu dan Pengusaha Tambang tersebut berasal dari Mojokerto inisial BD yang kerja sama dengan Pengusaha Penimbunan Pasir / STOCKPILE PT. SKA (SINAR KARYA ADIMARGA), yang ada di luar Kabupaten Jombang.

” Iya mas, Tambang Pasir yang beroperasi di sebelah selatan dusun kami itu milik orang Mojokerto Pak Budi kerja sama dengan PT. SKA “, jelas warga setempat.

Masih menurut warga Desa Kerenggan, dengan adanya aktivitas Penambangan Illegal alias tidak memiliki dokumen WIUP, IUP EXPLORASI DAN IUP UP, namun aktivitas penambangan tetap beroperasi 24 jam Non Stop, ucap nya dengan jujur.

” Kami sebenarnya warga Desa Kranggan saat ini merasa terganggu dengan suara bising mobil Dam Trak yang mondar-mandir mengangkut pasir, namun para warga mengakui tidak bisa berbuat apa-apa di karenakan Pihak Polsek Ngoro pun di duga kuat sudah tau keberadaan kegiatan Ilegal tersebut, akan terapi tidak ada tindakannya “.

Dengan aktivitas galian ilegal ini sangat menggangu warga desa sekitar lokasi dengan suara mobil pengangkut pasir mas, akan tetapi warga desa ini tidak bisa berbuat banyak, karena pihak Pamong Perangkat dan Kepala Desa Kerenggan serta pihak Hukum Polsek Ngoro sudah tau. Tapi pura-pura tidak tau, padahal Polsek Ngoro tak jauh dari lokasi tambang, hanya berjarak kurang lebih 3 kilo aja dengan Kantor Polsek. Hal ini tentunya ada dugaan Kuat mereka sudah di beri upeti sama pihak penambangnya, jelas warga dengan nada kesal.

Kami sangat mengharapkan semoga pihak Aparat Penegak Hukum Polres Jombang dan Penegak Hukum Polda Jatim, Sudi menghentikan kegiatan Pertambangan Ilegal yang ada di desa kami. Agar kami para warga tidak terganggu dengan aktivitas mobil pasir tersebut dan pastinya jalan desa kami, tidak semakin rusak parah.

Secara terpisah Tim Mutiaraindotv sudah berusaha menemui Kepala Desa Kranggan, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Namun sang Kades Suhartana tidak mau menemui untuk di konfirmasi terkait Penambangan Ilegal di desanya. Bahkan Kades Suhartana terkesan menghindari awak media.Kasubdit  Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP. Windy Syafutra, saat di konfirmasi media Mutiaraindotv melalui pesan singkat WhatsApp, tertanggal 20 Agustus 2002 menjawab dengan pesan singkat, Terimakasih Informasinya, nanti kami cek.

Hal ini dapat di simpulkan bahwa demi menjaga tegaknya Perundang-Undangan yang berlaku di Negara kita ini, beranikah pihak Aparat Penegak Hukum di wilayah Kabupaten Jombang dan pihak Penegak Hukum di tingkat Polda Jatim menindak tegas kegiatan yang melawan aturan yang belaku, ucapnya. ( Tim MITV_ Kdr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *