Diduga Akun Facebook Di Duplikat, Sengaja Mencemarkan Nama Baik Oknum ‘Debt Collector’

Mutiaraindotv.com SITUBONDO, JAWA TIMUR – Masalah Media Sosial Facebook memang Masyarakat Kabupaten Situbondo bisa dikatakan Facebukers, karena hampir 90% Masyarakat Situbondo Dari Anak – anak, Remaja sampai orang tua kini memiliki Media Sosial Facebook.

Kadang dibuat bercanda tawa, mencari pasangan, menge- share Berita Online, kadang Jual beli online. Tapi jangan lupa media sosial Facebook juga banyak yang dibuat negatif, yakni penipuan bahkan pencemaran nama baik, tak sedikit orang dihukum terjerat kasus pencemaran nama baik bahkan kasus ITe.

Seperti halnya Ach Juhari Pemilik Akun Facebook Juhari geboy yang di duplikat oleh orang yang tak bertanggungjawab dengan memakai Akun Tohari Lising Depcolektor, dengan memakai Pesan atau messenger Facebook pemilik akun Tohari Lising Depcolektor melakukan pengancaman dalam rangka mencabut Sepeda motor secara paksa.

” Saya memiliki profesi menjadi ‘Debt Collector’ mas sudah belasan tahun, kerja saya dilapangan kalau bertugas dan saya tidak pernah mengancam lagian akun itu bukan akun Facebook saya, ada orang yang berusaha memfitnah saya,” Ujar Ach Juhari saat dikonfirmasi Mutiaraindotv.com

Ach Juhari menerangkan kalau bukti Akun Facebook Tohari Lising Depcolektor Palsu karena unggahan foto istrinya dengan mengambil di Galeri akun Facebook Juhari geboy (akun asli) sementara foto tersebut sudah lama diunggahnya.

” Saya marah pastinya, dia bahkan mengunggah foto istri saya, tapi itu sebagai bukti akun itu bukan akun saya, foto istri saya yang dia unggah pastinya mengambil dari galeri foto Facebook saya Juhari geboy karena foto istri saya tersebut sudah lama saya unggah,” terangnya.

Juhari berharap nama baiknya kembali lagi seperti dulu, saat ini gara – gara akun tersebut sudah merusak reputasinya, entah nama baiknya juga profesinya.

” Saya berharap pemilik akun Tohari Lising Depcolektor bisa cepat ditemukan, saya sudah meminta bantuan dari teman – teman saya yang memiliki teman hacker untuk tahu akun itu milik siapa pastinya pembuatan akunnya memakai nomer handphone dan saat ini setiap nomer harus berdata KK pasti ketahuan.

Nama baik saya dan profesi saya harus dikembalikan, karena jelas ini fitnah bagi saya, saya Bukan ‘Debt Collector’ pinjaman online, kalau nagih lewat media sosial dan mengancam, saya ‘Debt Collector’ resmi dari sebuah Finance, disaat kami menemukan nasabah yang bermasalah unit langsung kami serahkan ke kantor bukan mengancam melalui pesan messenger,” Jelasnya.

Banyaknya netizen yang menganggap negatif dan mengira bahwa itu benar seakan – akan akun Facebook Tohari Lising Depcolektor milik Ach Juhari, Pemilik Akun Facebook Mas dhuky Gusdim angkat bicara.

” Pemilik akun Juhari geboy sudah mengklarifikasi bahwa itu bukan akunnya, kita harus pintar dalam bermedsos, karena untuk merusak karakter orang itu banyak cara termasuk dengan cara menduplikat akun seperti itu, ini jelas – jelas Pencemaran nama baik,” Kata Masduky

Pemilik Akun Facebook Mas dhuky Gusdim juga menerangkan tentang masyarakat yang selalu membenci profesi ‘Debt Collector’, dengan 2 bahasa Yakni bahasa Indonesia dan bahasa Madura Khas Situbondo mas dhuky Gusdim mengatakan.

” Semua pekerjaan memang penuh resiko apapun itu namanya profesinya, Kita yang penting tergantung dari niatannya, Perbuatan dan kelakuannya ingat apapun itu profesinya. Mun takok ke sebuah pekerjaan tolos tak Ngakan, Alako majeng resikonya jelas taselle, profesinya pembalap jelas tabrakan, Sekarang apa profesi kita jadi kita semua yang tau resikonya atas kelakuan dan perbuatan, Manusia itu bukan takut mati, Tapi takut ke lapar alias tak Ngakan,” Ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa segala profesi setiap orang berbeda – beda, bahkan takdirnya pun beda, jika Bisa memilih mungkin akan memilih pekerjaan atau profesi yang disenangi masyarakat.

” Profesi ‘Debt Collector’ itu memang tidak disukai masyarakat, namun takdir mereka menjadi seperti itu, namun mereka jika bisa memilih pastinya mereka akan memilih profesi yang lebih baik lagi,” Ujarnya.

(Frengky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *