Berita TerbaruHukum & KriminalRagam & Peristiwa

Diduga Kasus Pemalsuan No Ka Mobil Grand Max di SP3, DPC LSM Penjara Indonesia Geruduk Mapolres Situbondo

×

Diduga Kasus Pemalsuan No Ka Mobil Grand Max di SP3, DPC LSM Penjara Indonesia Geruduk Mapolres Situbondo

Sebarkan artikel ini

Mutiaraindotv.com, SITUBONDO, JAWA TIMUR – Muchsin AL- Fajar ketua DPD Penjara Indonesia Cabang Situbondo bersama anggotanya mendatangi Mapolres SItubondo. Maksud kedatangannya itu untuk melayangkan surat pada Kapolres Situbondo untuk meminta ijin audensi terkait dugaan kasus Pemalsuan pasal 263 sub pasal 266 KUHP.

Dugaan Kasus tersebut bermula tahun 2022 lalu. Dimana tepat tanggal 12 Desember 2022 Fajar bersama Rodiansyah melaporkan R. H pada polres Situbondo .

Pelaporan tersebut menurut Fajar penting di lakukan karena ada unsur pidana pada permasalahan urusan hutang piutang antara R. H. dengan Rodiansyah. Di tahun 2022 lalu. R. H. Meminjam uang pada Rodiansyah sebesar 23 juta dengan jaminan mobil honda Brio. Di luar dugaan mobil tersebut usai di jaminkan dua hari kemudian di jemput tim resmob Malang karena bermasalah. Selanjutnya karena R. H. Masih mempunyai tanggungan pada Rodiansyah, akhirnya mengganti jaminan mobil kembali Gran Max Dengan NOPOL KT 1581 BU. Namun mobil Gran Max tersebut sedang di gadaikan ke temannya yang bernama AB, sedangkan BPKB kendaraannya ada di rumah Supriyadi teman R. H.

Untuk menyelesaikan tanggungannya R. H. Menyuruh Rodiansyah untuk menjual. Atas perintah R. H akhirnya Pelapor mendatangi rumah AB untuk melihat mobil yang di maksud, dan juga Rodiansyah mendatangi rumah Supriyadi guna memastikan keberadaan BPKBnya. Setiba di rumah Supriyadi Rodiansyah mengambil gambar BPKB tersebut sebagai penguat pada calon pembelinya nanti.

Seiring berjalannya waktu, Rodiansyah merasa curiga pad warna mobil tersebut, warna mobilnya hitam sedangkan yang tertera di BPKBnya merah. Karena masih belum puas, Rodiansyah mengajak Fajar ketua DPC LSM Penjara Indonesia cabang Situbondo ke kantor Samsat guna melakukan cek fisik lanjutan. Dan hasilnya juga mencengangkan. Setelah di lakukan cek fisik, menurut oknum pegawai Samsat di duga ada perubahan kejanggalan pada nomer rangka, dimana pada nomer rangkanya ada dua angka 3. Dan salah satu angka tiga tersebut ada perbedaan bentuk, itu di duga ada perubahan., terang Fajar

” Berdasarkan fakta tersebut kemudian Rodiansyah di dampingi Fajar melaporkan pada Polres Situbondo dengan Nomer LP TBL/B/406/XII/2022/SPKT/Polres Situbondo. Selanjutnya pada tanggal 9 Januari 2023 hari senin penyidik telah memanggil terlapor srta selang tiga hari berikutnya terlapor kembali di panggil. Namun di peroleh informasi terlapor tidak pernah hadir memenuhi panggilan penyidik.

” Entah apa yang terjadi pada 29 Nopember 2023, Pihak penyidik melayangkan surat pada Rodiansyah bahwa kasus dugaan pemalsuan telah di SP 3.atau di hentikan. Merasa kecewa atas di hentikannya kasus tersebut, Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Fajar bersama beberapa anggotanya pada Jum’at 23/2/2024 mendatangi Polres Situbondo dengan tujuan melayangkan surat permintaan ijin Audensi.

” Jika permintaan ijin itu tidak di respon, saya bersama ketu Umum LSMPenjara Indonesia , korwil JATIM DAFID HARIYONO akan menindak lanjuti ke Polda Jatim, dan di mungkinkan sebelum berangkat ke Polda Jatim, kami akan menggelar aksi Demo dengan seluruh DPC LSM Penjara Indonesia yanga ada di tiap Kabupaten DI Jawa Timur, pungkasnya

Sementara itu Kanit Hjmas Polres Situbondo Iptu Sutresno ketika di konfirmasi via telpon pada sabtu jam 13.00 wib oleh awak media terkaita respon pihak Polres, Iptu Sutresno mengatakan masih akan melakukan konfirmasi pada Kasat reskrrim. (Sony)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *