Diduga Panitia Pilkades Tahun 2018 Desa Suka Rahayu Tidak Mematuhi Aturan Yang Ditetapkan Pemerintah

MutiaraindoTV, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat. Pemilihan Pilkades memang sudah selesai, acara akbar itu di laksanakan pada tanggal 26 Agustus 2018 serentak di Kabupaten Bekasi. Namun saat ini masih banyak dari beberapa Desa di Kabupaten Bekasi yang menjadi perbincangan hangat dengan adanya konflik di lokasi Tempat Pemungutan Suara. Rabu 29 Agustus 2018.

Desa Suka Rahayu, Kecamatan Tambelang, Kabupaen Bekasi tepatnya pukul 23.00 WIB terjadi kericuhan pada saat penghitungan suara. Diduga team panitia Pilkades melakukan pelanggaran, dan terkesan berpihak pada incumbent.

Ada 8 point kesalahan yang di lakukan oleh Panitia Pilkades di Desa Suka Rahayu, dari 8 point itulah yang menyebabkan keributan dilokasi tempat penghitungan suara, sehingga Kanit Reskrim Polsek Tambelang Bapak Haryono menurunkan beberapa personil dari Kepolisian untuk menetralisir lokasi dari kericuhan.

Dari kedua Calon Kepala Desa yang merasa dirugikan oleh panitia menuntut keadilan dan kebenaran, Calon Kepala Desa Nomor Urut 1 Hasan Suganda dan Calon Kepala Desa Nomor Urut 3 Nasro S.pd.sd. Mengajukan tuntutan kepada Dewan Komisi 1, agar permasalahan yang terjadi pada saat penghitungan surat suara di pertimbangkan kembali. Dan di adakan pemilahan ulang, yang di ikuti oleh kedua Calon Kepala Desa yang merasa dirugikan.

Adapun hal – hal yang membuat mereka keberatan adalah :

1. Pembentukan panitia tidak obyektif.

2. Telah mengubah kata “sekarang kurangnya 6 bulan”dalam perbub pasal 39 ayat 2 huruf d, menjadi “kurang dari 6 bulan “.

3. Pemberian surat suara tidak melibatkan saksi dari Calon Comor Urut 1 dan 3.

4. Pelipatan surat suara tidak melibatkan saksi dari Calon Kepala Desa Nomor Urut 1 dan 3.

5. Kelalaian panitia, sehingga pemilih dapat menggunakan alat dokumentasi berupa telepon genggam dalam bilik suara yang diduga sebagai alat bukti dalam praktek money politik.

6. Penentuan lokasi pemungutan suara tidak musyawarah dengan Calon Kepala Desa Nomor Urut 1 dan 3.

7. Adanya intimidasi pada calon nomor urut 1 untuk mengosongkan rumahnya pada tanggal 26 agustus 2018 dengan alasan yang tidak wajar.

8. Panitia tidak menjalankan Perbub Pemerintah Kabupaten Bekasi No. 5 Tahun 2018 pasal 41 ayat 1, yang berbunyi “Biaya pemilihan kepala desa serentak di bebankan APBD Kabupaten Bekasi”.

Dengan dasar tersebut, di atas Pemilihan Kepala Desa Suka Rahayu pada tanggal 26 agustus 2018, dinyatakan cacat hukum.

Saat di temui awak media ini Hasan Suganda Calon Kepala Desa Nomor Urut 1 menyatakan, keberatannya dan mengadukannya perihal itu kepada Dewan Komisi 1 Yudi Darmansyah. Selaku Ketua Panitia Pilkades tingkat Kabupaten Bekasi, kita merasa dicurangi oleh Panitia di Desa Suka Rahayu.

Mereka terkesan berpihak kepada Calon Kepala Desa Nomor Urut 2 sebagai incumbent, sampai kemana juga akan saya tuntut untuk menegakan kebenaran. Tuntutan kami dari Calon Kepala Desa Nomor Urut 1 dan 3, untuk menggugurkan Calon Nomor Urut 2 Maryadi Susanto, yang di nyatakan menang oleh panitia. “Tuturnya

“Lanjut Hasan, pada saat penghitungan suara di hentikan oleh pihak yang berwajib dan kotak surat suara di bawa ke Kantor Kecamatan Tambelang tidak akan di hitung. Tapi nyatanya tetap saja di hitung, sehingga hasil penghitungannya Calon Kepala Desa Nomor Urut 2 unggul, dari kedua Calon Kepala Desa Nomor Urut 1 dan 3. Itu sudah kami duga pasti Calon Nomor Urut 2 yang menang, karena memang sudah di atur. Dugaan kami, Panitia berpihak pada Calon Kepala Desa Nomor Urut 2. “Tegasnya. (Erna Sk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *