Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sukabumi Sidak Perumahan Mayanti Residence

Kabid Tata Ruang, Ikral Ireda

MutiaraindoTv, Kabupaten Sukabumi , Jawa Barat – Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, melakukan sidak ke perumahan Mayanti Residence di Kampung Bojongsari, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Pasalnya perumahan tersebut diduga belum memenuhi fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum) oleh pengembang. Jum’at, 8 Februari 2018.

Kabid Tata Ruang, Ikral Ireda

Kabid Tata Ruang, Ikral Ireda mengatakan saat dilokasi,” Berdasarkan inventarisasi dan identifikasi yang kita lakukan hari ini di Mayanti Residence di temukan potret permasalahan yang disampaikan warga penghuni perumahan berkaitan beberapa persoalan yang menjadi permasalahan, diantaranya batas wakaf untuk pembangunan Mushola, dan adanya kapling akan dibangun unit untuk rumah subsidi,” ungkapnya.

Secara keseluruhan nanti kita evaluasi siteplan yg sudah dikeluarkan termasuk kaitan dokumen, karena siteplan berhubungan dengan lingkungan hidup, dokumen AMDAL Lalin sendiri, banyak lah tidak hanya ini karena semuanya juga bermula di siteplan sendiri.

Lanjut Kabid,” Saya belum bisa menyebutkan indikasi tersebut, hanya ini mungkin komparasi aja tapi kan secara keseluruhan nanti permasalahan ini kita urai satu-persatu,” tambahnya.

Langkah berikut setelah kalau ada penyimpangan pemanfaatan pembangunan fisik pemerintah pasti akan kita tindak, biasanya teguran secara lisan 1, 2, 3, tulisan 1, 2, 3 dan terakhir pembongkaran.

Sambungnya, Kita berlakukan setiap perijinan apapun tidak hanya perumahan saja kaya ruko juga sama, tidak sesuai aturan kita tegas ya terakhir kita bongkar.

Hal tersebut dikeluhkan oleh Jayabakti, warga yang akrab disapa Abah mengatakan,” Karena dari awal berdiri Perumahan Mayanti Residence Fasum dan Fasos tersebut belum dipenuhi pengembang seperti taman bermain anak, tempat pemakaman umum, Penerangan jalan umum, sarana olah raga dan yang lainnya,” keluhnya

Lanjutnya, Kami sebagai warga mengharapkan kepada pihak pengembang untuk memenuhi fasum dan fasos sesuai aturan.

Sampai berita ini diturunkan pihak pengembang belum dimintai keterangan. (Herwanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *