Disprindak Mengeluarkan Kebijakan Biaya Sewa Lapak Dan Pungutan Biaya Sampah Sesuai Perda Yang Ada

Mutiaraindotv, LubukklinggauSumatera Selatan, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dan juga penertiban dan penataan kawasan pasar, mulai dilaksanakan di bawah komando Surya Darma. Yang mana selama ini banyak lapak yang dikuasi oleh Oknum tertentu tapi penjualan ya bukan asli pedagang yang sewa.

Namun saat ini berbeda yang dilakukan Kadis Disprindak Surya Darma, untuk menertibkan masalah pedagang, dengan menata ulang dan pungutan biaya sewa serta surat pernyataan. Ini dilakukan nya, agar penyewa lapak adalah benar-benar pedagang jangan seperti selama ini.

Surya Darma Kadis Disprindak Kota Lubuklinggau menjelaskan ke Mutiaraindotv, bahwa apa yang kita lakukan pemungutan sewa dan retribusi sampah secara resmi sesuai dengan Perda yang ada. ” Kalu tidak resmi kita tidak berani, ungkap nya. Senin, 07 September 2020.

Dan terkait sewa lapak memang kita lakukan pungutan sesuai ukuran per meter. Namun kita tidak tau kalau ada yang diluar dari Disprindak yang melakukan pungutan, kalau kami resmi dan sesuai dengan Perda yang ada besar kecilnya biaya sewa lapak tergantung ukurannya.

Dan kita pun juga melakukan pungutan biaya Retribusi Sampah kepada para pedagang di pasar dengan besaran perhari sebesar Rp.1000. Ini juga sesuai dengan Karcis Resmi yang dikeluarkan Pemerintah Kota yang lengkap dengan Nomor Registernya. Kalau ada pungutan lain diluar dari Karcis resmi berarti itu ilegal.

Dan juga ketetapan biaya Pungutan ini sesuai dengan Perda No.14 tahun 2010, jadi disini kita lakukan penarikan Retribusi baik itu Sewa Lapak dan biaya kebersihan pasar perhari serta dihitung permeter persegi yang dibayar pertahun. Sedangkan untuk biaya Retribusi Sampah yang diambil perhari hanya ditarik sebesar Rp. 1.000.

Namun untuk ke depan biaya sampah naik sesuai dengan Perda yang ada, akan diberlakukan diawal Januari 2020. Ini kita laksanakan sesuai dengan Perda ketetapan biaya Retribusi Sampah sebesar Rp. 3.000 perhari, ujar Kadis Disprindak.

Lanjut Pak Surya, seharusnya biaya Retribusi Sampah ini sudah berlaku sesuai dengan Perda di tahun 2020 ini, namun dikarenakan masih di masa Pademi Covid- 19 ditunda lebih dahulu. Ya Alhamdulillah ditahun sebelumnya PAD dari Disprindak ini selalu memenuhi target. Akan tetapi ditahun 2020 ini, target PAD kita tidak menempuh target, ujarnya. (021).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *