DPC LAI BPAN Akan Laporkan Dugaan Penyimpangan Di Dinas Pertanian Batu Bara Tahun 2020

MutiaraindoTV, Kabupaten Batu Bara –  Sumatera Utara. Dugaan penyimpangan di Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Batu Bara Tahun 2020 akan dilaporkan Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara (DPC LAI BPAN) Kabupaten Batu Bara, demikian diungkapkan calon Ketua DPC LAI BPAN Kabupaten Batu Bara Sultan Aminuddin kepada Wartawan. Senin 22 Februari 2021.

Dikatakan Sultan pihaknya menyoroti bantuan kepada pihak ketiga yang diberikan Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara Tahun 2020 nilai total Rp. 3,8 miliar, digulirkan untuk Gapoktan Tunas Muda Dusun I Desa Air Hitam, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara. Adanya dugaan kecurangan ke tidak patutan terkait bantuan, yang diserahkan kepada masyarakat atau pihak ketiga.

Disebut Sultan, pada Tahun 2020 Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara mengalokasikan belanja barang dan bantuan, untuk diserahkan kepada masyarakat dan pihak ketiga sebesar Rp. 3,8 miliar.

Dari jumlah tersebut, Rp. 1,9 miliar diantaranya untuk belanja alat pengering padi 1 set mesin gilingan padi, mesin packing, genset, instalasi listrik, bibit melinjo, karung kemasan 5 kg dan 10 kg dan mesin combine permanen, serta pembutan rumah genset .

Sementara peruntukan dan kegunaan uang Rp. 1,9 miliar, Rp. 1,3 miliar lebih dianggarkan belanja genset 25 KVA Rp. 80 juta, Alat pengering padi Rp. 100 juta, penggiling padi Rp. 365 juta,  karung kemasan 5 kg Rp. 55 juta,  karung kemasan 10 kg Rp. 37, 5 juta. Rumah genset Rp. 10 juta, instalasi listrik Rp. 25 juta, mesin packing Rp. 350 juta, bibit melinjo dan mesin combine permanen Rp. 700 juta.

Demikian proses penggunaan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar sumber Dana Insentif Daerah (DID) melalui APBD- P Tahun 2020. Dan rekanan tersebut diduga CV. NPAH, NO SPK : 037/SPK /PPK-DISTAN/XI/2020 TGL : 23 NOV 2020, dengan Kontrak : 037/BAST/PPK-DISTAN/XII/2020 TGL 22 DES 2020. Pada Berita Acara Serah Terima (BAST) pada tanggal 22 Desember 2020 dikatakan barang tersebut diserahkan dan diterima oleh pihak ketiga.

Namun berdasarkan pantauan Tim investigasi DPC LAI BPAN alat sampai tidak sesuai jadwal yang ditentukan. Menurutnya barang tersebut baru tiba di Dusun I Desa Air Hitam pada tanggal 11 Januari 21 dan terakhir pada tanggal 19 Hanuari 2021.

Sementara Berita Acara serah terima barang No. 520/0848/BAST/DISTAN-BB/XII/2020, ditandatangani Ibu Suriana selaku PPTK dan diketahui oleh Kadistan MHD Ridwan dengan Ketua Gapoktan Tunas Muda Ahmad Syafii, jelas tidak sesuai dengan jadwal, ” sebut Sultan dengan tegas kepada Wartawan.

Dipertegas Sultan Aminuddin calon ketua  DPC LAI BPAN suatu kewajiban menjalankan ” social control of the change “, agar terwujudnya pemerintah dan pengelolaan keuangan Pemkab Batu Bara yang baik, transparansi upaya kepedulian terhadap pembangunan Daerah. Undang – Undang No. 31 Tahun 1999 Jo Undang – Undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi .

Sementara itu Undang Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Perpres No  16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Berdasarkan uraian ini DPC LAI BPAN Batu Bara meminta Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan c/q Kasat Reskrim Polres Batu Bara AKP Fery Kusnadi, agar memanggil dan memeriksa pihak pihak terkait.

Diiantaranya Kepala Dinas Pertanian Batu Bara tahun 2020 selaku (PA/KPA),  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pertanian Batu Bara, termasuk penyedia jasa atau pihak pelaksana pada Tahun Anggaran 2020. Guna melakukan langkah Hukum, PPTK Dinas Pertanian selaku pihak pertama dan Ketua Gapoktan Tunas Muda, selaku pihak ketiga.

DPC LAI PBPAN Batu Bara sangat berharap agar laporan atau pengaduan yang akan mereka laporkan ke Polres Batu Bara, segera untuk di tindaklanjuti demi kebaikan dan dapat menjadi perubahan yang lebih baik di Pemerintah Daerah Kabupaten Batu Bara. “Pungkas Sultan dengan tegas. (Gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *