Dua Agen e-Warung terancam dihapus dan diubah di Situbondo, Pihak BNI Masih Menunggu Keputusan Pimpinan

Mutiaraindotv.com SITUBONDO – Ketua APSi Group Frengky Hendra Istiawan Wartawan yang memiliki khas Rambut Pirang ini seakan tak main – main terkait Agen e-Warung yang diduga kuat sudah menyalahi aturan.

Ada dua Agen e-Warung yang dilaporkan ke Pihak BNI sebagai Agen e-Warung yang diduga kuat menyalahi aturan (Pedum). Frengky melaporkan ke Pihak BNI terlebih dahulu karena pihak Bank BNI sebagai Penunjuk siapa yang akan menjadi Agen e-Warung sesuai permohonan dan syaratnya sebagai Agen BNI.

Saat dikonfirmasi Via Telepon WhatsApp Firman bagian Bank BNI mengatakan bahwa saat ini permasalahan Agen e-Warung sudah bukan dia yang handle melainkan Hinto Uzumaki

” Maaf maaf saat ini bukan saya lagi, saya sudah baca dipemberitaan mutiaraindotv.com waktu itu, dan sudah klarifikasi ke Pimpinan bahwa saat ini mas Hinto Uzumaki yang mengurusi terkait Agen e-Warung,” Ujar Firman.

Bahkan Firman memberikan nomor dari Hinto Uzumaki untuk langsung dikonfirmasi selaku pihak Bank BNI yang mengurusi Agen e-Warung.

” Nanti saya kirim nomernya pak Hinto Uzumaki mas, langsung konfirmasi saja, kalau saya sudah tidak mengurusi itu lagi, maaf saat ini ada meeting dijember sebelumnya saya minta maaf mas,” Menutup telepon seraya mengirim nomor Hinto Uzumaki.

Saat dikonfirmasi Hinto Uzumaki tidak menepis semua pemberitaan media ini, saat ketua APSi Group meminta dua Agen e-Warung tersebut diganti atau pihaknya akan mengancam Senin (9/8/2021) akan melaporkan ke APH. Hinto mengatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu ke pimpinan secepatnya akan dikabari putusannya.

” Nanti saya infokan ke jenengan ya mas frenki saya tidak bisa langsung memberikan keputusan soalnya mas, Baik kami ekskalasikan dulu ke atasan kami ya mas,” Tulis Hinto dalam Pesan WhatsAppnya.

Diketahui Oknum Agen e-Warung yang akan dilaporkan dan diduga menyalahi aturan yakni Agen e-Warung Desa Wringinanom Kecamatan Asembagus yang dikelola oleh istri Kades Wringinanom Ali Amsur yaitu Hj. Dada. Dan kedua Agen e-Warung Desa Jangkar Kecamatan Jangkar yang diduga kuat dikelola oknum Anggota BPD Jangkar Abdurrahman.

Frengky mengatakan jika tidak ada tindakan tegas dari pihak Bank BNI bisa menghapus Agen e-Warung dan merubah ke Toko Warga lainnya untuk menjadi Agen e-Warung yang sesuai syarat. Maka pihaknya tidak segan – segan juga akan melaporkan pihak BNI atas dugaan kongkalikong dalam aturan (Pedum) terkait permasalahan e-Warung.

” Saya sudah katakan saya mau bermitra dengan pihak Bank BNI, jika sudah jelas menyalahi aturan silakan berikan tindakan sanksi, jika tidak iya kami juga laporkan bagaimana tidak kejadian ini sudah 3 tahunan pihak BNI pastinya mengetahui nya jangan sampai kami menduga BNI mengamini adanya Agen E-Warung di Dua Desa tersebut,” Tegasnya.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *