Dugaan Terima Suap Dan Gratifikasi, Serta Pemerasan Yang Dilakukan Oleh AJ Dan SN

Mutiara IndoTV, Kota Mataram – Nusa Tenggara Barat. Oknum AJ (PNS) dan SN (Swasta) dilaporkan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupasi) dengan kasus dugaan Suap dan Gratifikasi, serta pemerasan yang dilakukan oleh saudara AJ (PNS) pada Kantor BWS NT1 dengan saudara SN.

Adapun kronologis kejadiannya transaksi Pertama pada tanggal dan bulan, yang sudah tidak di ingat lagi Tahun 2017 terjadi transaksi uang Dollar USA senilai : Rp. 1,5 M dirumah saudara AJ dan uang tersebut ditukar dengan Rupiah di Kantor Bank BCA Cabang Mataram (Bukti Resi Penukaran ada). Sabtu, 26 Mei 2018.

Sedankan transaksi kedua setelah saudara SN berangkat Haji ke Mekkah, AK atas perintah SN mendatangi rumah saudara AJ untuk mengambil Uang sebesar : Rp. 500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah). Namun yang di terima oleh AK sebesar Rp. 400.000.000,- (Empat Ratus Juta Rupiah) dan dimasukin kedalam jok motor merek Honda type Vario warna Putih, sekitar pukul 10.00 WIB Malam.

Dan uang tersebut diserahkan ke Bendaharanya SN atas nama Ny sebesar : Rp.150.000.000, (Seratu Lima Puluh Juta Rupiah) dan untuk pelunasan tunggakan mobil SN sebesar : Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) sisanya diserahkan kepada Istrinya SN.

Transaksi ketiga setelah SN Pulang Haji 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah), serta transaksi ke empat Rp. 350.000.000,- (Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) didepan RSUD Kota Mataram. Dengan cara mobil SN dengan AJ berhenti berjejeran, dan sama – sama menurunkan kaca mobil lalu uang tersebut dilempar oleh saudar AJ kedalam mobil SN.

Pada saat itu waktu menjelang Sholat Magrib dan masih banyak transaksi – transaksi lainnya, Adapun bukti Kwitansi semuanya lengkap ditangan AK. Transaksi antara SN dengan saudara AJ ini terkait dengan Proyek Balai Wilayah Sungai (BWS NT1), yang di biayai oleh negara melalui APBN.

Memang kakrakter bangsa ini parah dimulai dari pendidikannya harus ada gerakan revolusi mental/karakter, “bukan hanya retorika. Lapas sudah Overlood hampir 200 %, yang belum ditangkap lebih banyak dan belum mau berkurang. Jawabannya, “Gerakan Nasional Revolusi Mental”. (Yuda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *