Festival Pencak Silat Budaya Tingkat Provinsi Kalsel, Serda Abdul Manan Bawa 20 Pendekar HST

Mutiaraindotv, Barabai, Sebanyak 20 Pendekar yang tergabung di Komunitas Persaudaraan Kuntau (Kompak) Borneo HST, yang mengikuti Festival Pencak Silat Budaya tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Festival bertempat di Kiram Park, Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Yang dimulai dari hari Jum’at, 18 September hingga Sabtu, 19 September 2020.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel, yang bekerjasama dengan Assosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) Kalsel. Sabtu, 19 September 2020.

Para pendekar ini sebelumnya dilepas oleh Wabub HST Berry Nahdian Furqon, pada hari Kamis, 17 September 2020 di halaman Rumah Dinas Wakil Bupati.

Dalam kesempatan tersebut Berry sangat terkesan dengan Partisipasi tersebut, menurutnya itu bagian dari mempromosikan Budaya Daerah sendiri. ” Kuntau adalah bagian dari Budaya Daerah kita, dan harus terus dilestarikan “, ujarnya.

Dia memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas semangat para pendekar kuntau yang terbangun dan terbentuk.

Berry berharap, kesiapan mentalitas para pendekar mulai dari fisik hingga teknik pribadi harus dijaga. ” Harapan kami, pertama tentang mentalitas para pendekar harus terjaga. Kemudian, ditambah pelatihan dan motivasi yang telah diberikan. Sehingga bisa berlaga dengan penuh semangat dan tampil maksimal “, tutupnya.

Sementara itu Ketua Kompak Banua HST, Abdul Manan yang juga Anggota Koramil 1002-02/Ilung mengatakan, kami berangkatkan 34 orang Pendekar untuk ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut.

Dari ke 34 orang tersebut terdiri dari :

  1. 20 Pemain,
  2. 5 Pendukung,
  3. 2 Guru Tuha,
  4. 3 Pelatih, dan
  5. 4 orang Sopir.

Mereka semua Perwakilan dari semua Perguruan. Menurutnya, Festival ini merupakan wadah untuk memperkenalkan Kuntau ke khalayak dan mengubah citra Kuntau yang selama ini dilekatkan dengan Hal-hal Mistis dan Kekerasan.

” Jadikan kegiatan ini Motivasi sebagai Penyemangat untuk Generasi, agar lebih giat dan tertarik dengan Budaya Kuntau “, ucapnya.

Tak hanya itu bebernya, juga sebagai ajang sarana silaturahmi dengan pegiat Seni Kuntau lainnya. Serta sebagai Bukti bahwa Kuntau diperhatikan oleh Pemerintah, pungkasnya. (Pendim 1002).

editor ” Awi “.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *