GCA Bisa Bantu Program Pemulihan Ekonomi Nasional

MutiaraindoTV – Jakarta. Ekonomi kita terpuruk, likuiditas keuangan negara mengalam i kendala, banyak BUMN mengalami kerugian sehingga jalan tol di Sumatra mau dijual ke pihak ketiga. Ditambah lagi makin santer berita Pemerintah tidak punya uang untuk membangun Ibu Kota baru, walaupun undang – undangnya sudah ada di DPR.

“Sekalipun ada brita yang menggembirakan yakni cadangan nasional pada akhir Agustus meningkat menjadi US$144,8 milyar, ini berarti ada kenaikan cadangan devisa US$137,3 milyar, cadangan nasional kita mengalami kenaikan US$7,5 milyar.

Namun sayangnya adalah karena US$ 6,31 milyar dari alokasi Spesial Drawing Rights (SDR). Ini berarti penambahan riil hanya sekitar US$1,1 milyar,” ungkap Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah kepada wartawan. Kamis, 09 September 2021.

Alokasi SDR dari IMF itu, lanjut Amir, diberikan kepada semua anggota IMF. Pengucuran SDR dimaksudkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi global, ini berarti alokasi SDR ke Indonesia menunjukan ketahanan ekonomi kita lemah.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan dari alokasi SDR itu secara nasional, belum tentu membawa dampak positif bagi perekonomian nasional dan belum bisa memberikan dampak signifikan bagi perkembangan ekonomi nasional.

“Kemudian ditambah lagi dengan adanya berita PN Garuda yang digugat oleh Lessor dan diputuskan kalah oleh pengadilan Arbitrase di London, juga akan menimbulkan beban pengelolaan keuangan negara.

Sementara di dalam negeri juga baru muncul berita, dari hasil pemeriksaan BPK terjadi penyimpangan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Rp147 Trilyun, tidak ada laporan pertanggungjawaban. ”Sebut Amir.

Masih menurut Amir, adanya indikasi korupsi di beberapa BUMN dan rencana Pemerintah mencari utangan baru untuk membayar bunga utang, ini berati sampai akhir tahun nanti kondisi moneter dan keuangan kita dilanda berbagai kendala.

“Untuk mengatasi itu semua diperlukan keberanian Presiden Joko Widodo untuk membuat keputusan atau paling tidak memberikan instruksi kepada BUMN – BUMN terkait memanfaatkan dana GCA. Dengan berbekal Keppres BUMN maupun institusi lainnya bisa menghubungi Owner GCA.

Untuk itu sebagaimana diketahui IHW sebagai pemilik rekening GCA Nomor 103357777 telah berulang kali menyatakan kesediaannya membantu dengan menggelontorkan US$ 1 Trilyun dari rekening dimaksud, bila Presiden Jokowi berkenan menetapkan keppres tersebut maka tentunya kalangan BUMN punya payung hukum untuk memanfaatkan dana GCA dimaksud.

Dalam pelaksanaannya mereka (BUMN) bisa menghubungi kalangan perbankan untuk menerbitkan Ready Willing and Able (RWA), dengan RWA itu mereka bisa langsung berhubungan dengan IHW untuk memanfaatkan dana GCA ini. “Pungkas Juru Bicara The Collateral House (TCH) ini. (Agus Yusbiyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *