H. Ahmad Dhafir: Minta Ma’af Sama Dengan Menghianati Negara

Mutiaraindotv.com, BONDOWOSO, JAWA TIMUR-Setelah Bupati Drs. KH. Salwa Arifin meminta Ketua DPRD H. Ahmad Dhafir minta ma’af saat upaya Restorasi Justice yang dilakukan oleh Polres, dengan tegas Dhafir menolaknya.

“Saya tidak akan pernah minta ma’af, karena apa yang saya lakukan adalah menjalankan fungsi saya sebagai anggota DPRD dalam melakukan pengawasan jalannya pemerintahan,” jelasnya.

Dan Fungsi pengawasan tersebut, lanjutnya, dijalankan berdasarkan Undang Undang (UU) Nomor 23/2014 Pasal 149 ayat (1) huruf c, ayat (2) dan pasal 153 ayat (1) huruf b.

Ditambahkan, dalam melaksanakan fungsi tersebut, wakil rakyat memiliki Hak Imunitas. Dalam pelaksanaan hak imunitas diatur dalam UUD 1945 pasal 20A ayat (3) dan UU nomor 23/2014 pasal 176 ayat (1).

Negara kita ini menganut Demokrasi Pancasila. Rakyat memegang kekuasaan tertinggi dan rakyat memiliki hak untuk ikut menentukan dan mengetahui arah dalam proses perumusan kebijakan pemerintah.

“Pemerintah mendapatkan mandat dari rakyat untuk menyelenggarakan Pemerintahan Negara. Negara ini menganut system Demokrasi Pancasila bukan Negara Monarki,” jelasnya.

Kalau saya menuruti kemauan Bupati, lanjutnya,  untuk meminta maaf pada saat saya melaksanakan Tupoksi dari jabatan saya sebagai anggota DPRD, maka itu berarti saya berkhianat pada negara ini.

Ditambahkan, dengan menginjak-injak konstitusi negara, yaitu UUD 1945 dan UU Nomor 23/2014. Dan saya juga menghianati amanah dari rakyat yang telah memberikan mandat kepada saya sebagai anggota DPRD.

DPRD adalah penyelengara Pemerintah Daerah berdasar Pasal 57 UU No 23/2014. Bila saya minta maaf berarti saya menghina dan merendahkan martabat para kolega saya.

Baik anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten se Indonesia yang dalam melaksanakan tugas dari jabatannya dilindungi oleh Undang Undang . Jadi jangan pernah mengancam saya.

Saraf takut saya sudah putus demi keadilan dan kebenaran. Lebih baik dihukum karena mengungkap kasus korupsi, dibanding dipenjara karena melakukan korupsi. (sam/zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *