Hanura Kabupaten Bekasi Di Pecah Belah Oleh Oknum DPD Partai Hanura Jawa Barat

 

MutiaraindoTV, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat. DPC Partai Hanura Kabupaten Bekasi mengadakan rapat Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscalub) di Kantor DPC Ruko Festive Garden Blok. AA 16 NO. 10 Gren Wisata Desa Lambang Sari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Rapat ini diadakan berdasarkan adanya surat dari DPP Pusat Partai Hanura tertanggal 13 Januari 2019 dengan No Surat 008 dari PLT, “kata seketaris DPC  Agus Nur Hermawan A.MD.

Saya mendapatkan surat ini 2 hari yang lalu pada hari Selasa 22 Januari 2019, sedangkan PLT mendapatkan dari tanggal 13 Januari 2019 didalam surat tersebut. Berbunyi dasar Surat 008 ini, surat dari Makamah Partai No. 6 tanggal 28 September tentang keputusan Makamah Partai DPC Partai Hanura Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat. Kamis, 24 Januari 2019.

Seketaris tidak tahu apa isi surat tersebut, karena belum menerima salinan surat selaku seketaris, dasar surat 008 ini. Adalah yang ke dua surat DPD Jawa Barat A 388 tertanggal 10 Desember 2018 tentang rekomendasi pemberhentian Ketua DPC Hanura Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Lalu memutuskan surat pemberhentian  H. Firman Andriana Sujud S.Sos selaku Ketua DPC, dan mengangkat saudara Imam Sugiarto selaku pelaksana Tugas atau PLT.

Dalam surat PLT ini ada suatu kejanggalan karena Hanya pemberentian H. Firman selaku Ketua DPC, bukan struktur yang lainnya. Saya Agus sebagai Seketaris DPC tidak diberhentikan tetap, saya sebagai pengurus atau seketaris yang Sah.

Tertanggal sesuai dengan SK No 899 tanggal 10 juli 2018, PLT  juga sedikit keluar jalur selain tidak berkordinasi atau musyawarah/rapat dengan jajaran pengurus DPC yang lainnya dan juga PLT sudah membentuk panitia sendiri juga membikin sekretariat DPC.

Kita kan sudah berdiri disini,ini tidak tertuang dalam SK PLT, sebenarnya Pelaksana Tugas ini bertugas untuk mempersiapkan dan melaksanakan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscalub) paling lambat 2 minggu setelah diterbitkannya surat keputusan ini.

Acara Muscalub ini harus berkordinasi dengan pengurus yang sah, dari DPD Propinsi Jawa Barat. Ada surat 388 sebagai dasar itu berbanding terbalik isinya, Bapak Aceng Fikri datang pada tanggal 11 surat tanggal 13 surat keluar dan ditanda tangani oleh Bapak Aceng Fikri yang isi nya mempertahankan saudara H. Firman.

Yang menjadi pertanyaan Sekjen Agus ke DPP yang mengeluarkan Sket 008 ini ko ada Sket 008 ini terbalik, disini ada yang memberhentikan dan ada yang mempertahankan. Dengan no yang sama dan tanggal yang sama, setelah adanya ini terjadilah rapat DPD Provinai Jawa Barat pada tanggal 16 Januari 2019.

Tertanggal 001 hasil rapatnya salah 1 poinnya, adalah atas permintaan Sekjen DPP Partai Hanura mempertimbangkan poin 3 diatas telah mengeluarkan surat dengan A 388 sebagai skep dasar ini tertanggal 10 Desamber 2018. Yang berisikan tentang untuk tetap mempertahankan H. Firman, selaku Ketua DPC, Rapat Pimpinan ini dihadiri ketua Bapak Aceng Fikri, Sekum Bapak Cepi dan dihadiri oleh Bendahara dan Pengurus Propinsi.

Hari Kamis 24 Januari 2019 rapat ini untuk menindak lanjuti surat ini, saya juga  mengundang PLT, lewat menelfon dan WA dan sudah di baca oleh dia tidak ada tanggapan. Bahkan kemarin saya menghadap Sekjen DPP untuk konsultasi Bapak Hari L, Bapak Jakar selaku Ketua Bapilu DPP Partai Hanura ada pak Yusman dan Setapu selaku Sekretariat.

Juga dihadiri Wakil Ketua, Bendahara dan pengurus organisasi DPD Jawa Barat. PLT ditelepon sekjen DPP, PLT tidak boleh melaksanakan Muscalub perintah secara lisan melalui by pon. Muscalub harus ada persetujuan dari DPP, Sekretariat DPP belum pernah mengeluarkan surat persetujuan untuk pelaksanaan Muscalub.

Saya sebagai Sekretaris Muscalub yang sekarang versi oleh mereka, adalah ilegal karena tidak memenuhi Anggaran Dasar Rumah Tangga Partai Hanura. “Ucap Sekjen Agus.

“Dalam hal ini Sekjen Agus mengatakan, “ada oknum yang tidak senang dengan keadaan Hanura Kabupaten Bekasi yang besar ini. Dan saya menegaskan pula PLT ini bukan pengurus dari Partai Hanura, dia dari Caleg di Kota Bekasi dan Kota Depok, PLT seharusnya satu tingkat diatasnya.

Hal ini ada oknum Propinsi, saya sebagai Sekretaris tentunya menjaga konsifitas Partai Hanura. Agar Partai Hanura Habupaten Bekasi mendapatkan kursi sebanyak banyaknya dalam Pileg 2019. “Ungkapnya. (Mariam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *