Hilangnya Kesadaran Kebersihan Kota Sebiduk Semare, Akibat Tugu ADIPURA Hilang Telan Bumi, Berganti Air Mancur Menari Diatas Rumput Dan Sampah

Mutiaraindotv – Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Perkembangan dan percepatan dari berbagai program pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau, dari tahun 2014 hingga tahun 2023, dinilai banyak menghilangkan Aset-aset bersejarah di Kota yang berselogan Sebiduk Semare Dan juga pembangunan di Kota Lubuklinggau juga banyak belum tepat sasaran dikarenakan faktanya banyak bangunan terbelangkalai, belum lagi tiang listrik dari Bambu dan Pipa Besi serta jalan dan drainase pemukiman belum terpenuhi ditambah lagi perekonomian masyarakat terganggu maraknya mini market waralaba yang jumlah melebihi serta jaraknya tidak diatur dalam aturan yang ada. Kamis, 25 Januari 2024.

Adapun aset bersejarah perjuangan dari masyarakat di wilayah Kota Lubuklinggau, hilangnya tongak perjuangan masyarakat atas keberhasilan mendapatkan Kota Bersih. Dulu pernah kita lihat Tugu Adipura yang berdiri kokoh di Jalan Kalimantan (Tepatnya diarea yang dikenal dengan nama Pasar Mambo). Ditahun kepemimpinan Nansuko, tugu tersebut dihilangkan diganti dengan taman air mancur menari nari, akan tetapi fakta dilapangan tuguhnya terbelangkalai hanya rumput dan sampah yang menari.

Padahal nansuko tau dan paham sejarah Tugu Adipura tersebut, didapat berkat hasil karya Pemerintah Daerah bersama Masyarakat Lubuklinggau, tapi dirobohkan. Dulu sempat terdengar janji Nansuko akan memindahkan tugu Adipura di Perbatasan antara Kota Lubuklinggau dengan Provinsi Bengkulu, tepatnya di depan terminal Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, tapi sampai akhir jabatannya sebagai walikota Adipura tersebut tak terlihat kembali.

” Masyarakat Kota Lubuklinggau sangat menyayangkan pembongkaran tugu bersejarah Adipura tersebut Pemkot tak bisa menghargai nilai sejarah, berganti dengan taman air mancur yang sudah rusak dan tak berfungsi lagi “.

Salah seorang toko masyarakat Kota Lubuklinggau, yang egan disebut namanya menilai, bahwa pembongkaran dan perencanaan pemindahan Tugu Adipura ke batas kota itu sangatlah tidak tepat. Menurutnya, Tugu Adipura hasil perjuangan Pemerintah Daerah bersama Masyarakat Lubuklinggau tersebut bagian dari kebanggaan masyarakat itu hendaknya ditempatkan di tengah kota, sehingga dapat dilihat oleh masyarakat yang melintas.

” lanjutnya, bahwa lokasi Tugu Adipura yang lama di Jalan Kalimantan itu sudah tepat, itu ditengah kota. Kenapa dibongkar dan katanya mau dipindah ke batas kota, dan lokasinya belum jelas. Ini malah dibangun-bangunan yang tak bermanfaat yang katanya icon terbaik Air Mancur Menari, ya betul menari nya sebuah tumpukan sampah dan rumput “.

Pro dan kontra pun terjadi adu argumen soal tugu Adipura, ada yang bertanya dimana tugu tersebut saat ini berdiri, ada yang bilang hilang kemana ada yang menyayangkan dirobohkan dan ada yang bilang dipindahkan tak tepat sasaran. Ya….? Masyarakat berharap kepada PJ Walikota untuk mendirikan kembali tugu Adipura ditempatkan di Simpang tiga Bandara Silampari atau di simpang empat simpang Periuk.

Harapan besar masyarakat Lubuklinggau, kepada PJ Walikota dapat membangun kembali tugu Adipura, yang bernilai sejarah perjuangan masyarakat Lubuklinggau, di pusat Kota. Karena itu bukan mudah di dapatkan, kalau mau dipindahkan ke batas kota, siapa yang mau lihat ke sana. Ini kan kebanggaan kita masyarakat, penghargaan untuk masyarakat. Ini menghilangkan aset sejarah, monumen itu harus dilestarikan, bukan dibongkar-bongkar “, ujar Subhan. (018_MITV).

Check Also

Sambut HUT Kodam III/Siliwangi, Kodim 0619/Purwakarta Gelar Bhakti Sosial Donor Darah

MutiaraindoTV, Kabupaten Purwakarta – Jawa Barat. Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kodam III/Siliwangi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *