Ibu – Ibu Dukung Suami Untuk Selingkuh Di Kampung Masing – Masing

MutiaraindoTV, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat. Warga Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat mempunyai tempat wisata yang cukup unik, seperti pada Tahun 2017 lalu, warga masyarakat Bojonggenteng menebar Pirus (Pipir Diurus) sampai sekarang merambah ke setiap Desa.

Pirus ini dikelola oleh ibu – ibu Program Keluarga Harapan (PKH) yang terdiri dari 1658 anggota, inilah keunikan pirus di Kecamatan Bojonggenteng. Pirusnya bisa menguntungkan atau mengurangi beban perekonomian di masyarakat mekanismenya mereka, setiap rumah menanam sayuran yang nantinya akan ditampung digaleri Kecamatan untuk dipasarkan. Selasa, 14 Agustus 2018.

Seperti yang dikatakan Cecep Badrudin salah satu Pencetus Pirus, ia mengatakan saat ditemui MutiaraindoTV. bahwa pirus ini sangat diminati para warga Kecamatan Bojonggenteng, pasalnya dari hasil Pirus warga bisa merasakan manfaafnya oleh warga. Seperti mendapatkan uang listrik sebesar Rp. 50.000,- /bulan, uang zakat fitrah dan liburan gratis setahun sekali.

“Alhamdullah Pirus ini bisa cepat menyebar ke setiap Desa yang berada di Kecamatan Bojonggenteng, untuk pirus ini warga disetiap rumahnya menanam 100 sayuran berpariatif. Seperti kangkung, cabe, brokoli, pakcoy, salada, kribo dan yang lainnya,” ungkap Cecep

“Lanjut dia, kami pun menyediakan tempat kuliner di setiap Desa nya untuk dinikmati pengunjung. Pengunjung bisa memasak sendiri, memetik sendiri bahkan bisa cara untuk menanam tumbuhan yang sudah kami sediakan.

Selain itu, di Kecamatan Bojonggenteng mengembangkan program Selingkuh, tetapi Selingkuh ini sangat didukung oleh Ibu – Ibu Rumah Tangga. Pasalnya selingkuh di Kecamatan Bojonggenteng lain halnya seperti selingkuh biasanya, justru Selingkuh yang diterapkan di Kecamatan tersebut.

Malah menguntungkan dan bisa meringankan bebas hidup, bahkan Selingkuh di Kecamatan Bojonggenteng ini. Memang diharuskan serta ibu – ibu yang berada di daerah tersebut. mensupport para suaminya untuk berselingkuh.

Selingkuh ini dapat dirasakan oleh warga setelah mendapatkan hasilnya, ternyata Selingkuh di Kecamatan Bojonggenteng adalah Selamatkan Lingkungan Hidup. Jadi disetiap halaman rumah warga diharuskan membuat 5 lubang tanah yang nantinya untuk membuang sampah, setelah itu mereka menanam pohon pepaya untuk ditumbuh besarkan hingga membuahkan hasil.

Dari hasil pepaya tersebut, nantinya akan dipasarkan dan hasilnya bisa dirasakan warga. Untuk sementara ini program Selingkuh baru dijalankan oleh 2 Desa, yaitu Desa Bojonggenteng dan Desa Bojonggaling.

“Alhamdulillah kami mendapatkan respon positif dari instansi pemerintah dan warga, untuk program selingkuh ini. Karena selingkuh ditempat kami sangat berbeda dari Selingkuh yang dialami didaerah lain, Selingkuh ditempat kami.

Yaitu bisa menghasilkan dengan car menanam pohon pepaya disetiap rumah warga, yang nantinya setelah berbuah akan kami pasarkan kepasaran dan hasilnya bisa dirasakan warga,” ungkap Cecep.

Cecep menambahkan, bahwa Zelingkuh ini memang saya wajibkan ke setiap Desa dan setiap rumahnya diharuskan menanam 5 pohon pepaya. Bupati Sukabumi, Drs. H. Marwan Hamami M.M pun angkat bicara dan mengapresiasi dengan program tersebut, pasalnya bisa memberikan hal positif terhadap masyarakat. (Herwanto/Indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *