Ini Penjelasan Tim Asistensi Bupati Bener Meriah Terkait Taman Harmoni

MutiaraindoTV, Kabupaten Bener Meriah – Aceh. Salah satu Tim Asistensi Percepatan Pembangunan Bener Meriah Waladan Yoga, akhirnya angkat bicara terkait rumor yang berkembang dikalangan masyarakat dan Media Sosial (Medsos) terkait Pembangunan Taman Harmoni melalui rilis yang ia kirim pada Team Media MutiaraindoTV. Sabtu, 05 Oktober 2019.

Menurut Waladan Yoga, sebagai salah satu anggota Tim Astensi Bupati Bener Meriah, saya perlu memberikan tanggapan soal pro dan kontra dalam setiap kebijakan Program Pemerintah. Adalah hal yang lumrah terjadi dan perlu disikapi dengan bijak, sambil selalu membuka ruang diskusi dan dialog secara terbuka.

Saat ini menurut saya pribadi Bupati Bener Meriah cukup terbuka soal diskusi dan dialog terkait persoalan yang sedang dibahas dan menjadi isu publik di Bener Meriah, setidaknya saya pribadi terus membangun ruang komunikasi yang baik antar berbagai pihak.

Agar tidak menangkap isu yang salah sebaiknya dilakukan Tabayyun dulu untuk memastikan segala sesuatunya bisa dipastikan kebenarannya, lain ceritanya jika ruang diskusi dan dialog itu tertutup sama sekali.

Soal penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sah sah saja dipergunakan untuk apa saja, sepanjang dana dan programnya dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya. Selama ini kan kita juga tidak pernah tahu dana CSR dihabiskan untuk apa?, baru kali ini dana CSR dapat digiring pemanfaatannya dengan terbuka dan diproyeksikan untuk manfaat orang banyak, sebelumnya dana CSR bagaimana?.

Jika Bupati mau dana CSR ini dapat digunakan untuk kepentingan politiknya, karena peluang itu ada. Seperti mengarahkan bantuan yang bersifat konsumtif dan bantuan yang bersifat dadakan, tapi itu kan tidak dilakukan.

Jika kita mau melakukan studi banding kecil kecilan, contohnya Kota Banda Aceh, disana Bank/Perusahaan yang beroperasi menggiring CSRnya kepada hal hal yang berwujud/bermanfaat kepada banyak orang, misalnya membangun salah satu taman hutan Kota Banda Aceh di Bangun oleh salah satu Bank melalui program CSR nya.

Soal tudingan Taman Harmoni diswakelolakan kepada seorang Tim Asistensi Bupati, saya kira disebutkan saja siapa namanya. Agar kemudian tidak menjadi fitnah dan pandangan negatif publik Bener Meriah terhadap anggota asistensi lainnya, kan kasian juga bagi Tim Asistensi yang sudah kerja siang dan malam tapi selalu diframing negatif, kalau mau fair sebutkan saja siapa orangnya, saya pribadi menunggu sikap kesatria itu!.

Soal Dinas – Dinas yang diinstruksikan bergotong royong, itukan Bupati mengajak agar dinas dinas terlibat aktif dalam membangun taman Harmoni sebagai bakal calon icon wisata baru di Bener Meriah, tidak ada yang salah. Karena program ini berkelanjutan dalam jangka panjang, dengan terlibatnya dinas maka kepedulian dan sikap gotong royong pada jajaran pemda dapat terus ditingkatkan.

Arah pembangunan Run Way Bandara Rembele dimasa yang akan datang adalah ke arah timur, teman teman aktivis kan juga diajak untuk berdiskusi dan melihat Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bener Meriah kedepan.

Hanya saja RTRW yang sedang disusun ini menunggu pembahasan dan pengesahan, jika sudah disahkan nanti, maka kita harus berhenti berpolemik soal arah pembangunan Bandara Rembele ke arah barat (Taman Harmoni).

Saya pribadi sangat mengapresiasi teman teman yang punya sifat kritis terhadap pemerintah dan hal ini harus terus dilakukan dengan kritik yang konstruktif, agar pemerintah juga berjalan dengan mayoritas kehendak publik, kritikan itu adalah vitamin agar semua dapat berbenah, setidaknya suasana kebatinan antara saya dan teman teman lainnya frekuensinya sama dan harus selalu disinergikan.

“Insya Allah selama saya menjadi salah satu anggota Tim Asistensi tidak akan berjarak dengan Teman – Teman Aktivis dan selalu membuka ruang diskusi dan dialog, agar semua bisa berjalan dengan baik dan tidak terjadi eksklusifitas. (Ril-Samsudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *