Ini Pesan Ketum FDHI, Di HUT Pemkab Tangerang

Mutiaraindotv – Jakarta, Memperingati HUT Kota Tangerang, yang jatuh pada hari ini, Rabu, 13 Oktober 2021, Ketua Umum Forum Silaturahmi Ustadz – Ustadzah, Kabupaten Tangerang, Al Fahrizal HA, SH.

Al Fahrizal mengatakan, bahwa Tengerang adalah salah satu Kabupaten tertua di Provinsi Banten, yang saat ini mulai bergerak untuk maju dan bergerak dalam kemajuan bangsa dengan titik awal dimulai dari kemajuan daerah.

Dia menambahkan, banyak doa dan ucapan dari kalangan masyarakat di Kabupaten Tangerang, baik dari Legislatif maupun Eksekutif, kalangan Masyarakat dan antar Forkompimda Kabupaten. Serta kalangan Tokoh Masyarakat luas, salah satunya dari Ketum Forum Diskusi Hukum Indonesia, Ananda Al Fahrizal HA, SH.

” Saya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, atas pencapaian kinerja yang diperoleh, hingga saat ini. Dan pesan saya, agar jangan tergesa berbangga diri dan tentunya saya berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berbenah.  Banyak catatan dan penilaian opini publik, dari mulai banyaknya mafia tanah di pesisir utara, tentunya di Kabupaten Tangerang, hingga mandulnya Perbub 47 “, jelas pria yang sering di sapa mas Fahri ini.

Dan juga banyaknya fasilitas jalan yang kurang layak seperti yang kita lihat di pesisir pantura dadap kamal, mas bisa lihat sendiri kondisi jalannya seperti apa. Belum lagi tiang listrik yang tepat berada di tengah jalan, dan bukan hanya itu saja. Seperti mobil tanah yang menyalahi aturan Perbub 47 yang cenderung vakum, dan lagi sarana jalan tanpa penerangan yang cukup, tuturnya saat ditemui awak media.

” Diwilayah kelapa dua, Balaraja dan Cikupa masih banyak juga sarana jalan yang hampir sama seperti di wilayah dadap ini. Bukan hanya perkara jalan banyak pula oknum nakal perusahaan yang memberikan fee atas gaji buruh dengan sistem sekarepmu dewek, tanpa mempertimbangkan Kemenperindag dan Pergub Banten. Belum lagi masalah yang lain di Kabupaten Tangerang saat ini, tapi sampai sekarang justru mingkem dan nutup diri, kasian warga jadi korban “, tutup mas Fahri di Pengadilan Negeri Tangerang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *