Inilah Cara Mahasiswa KKN Fakultas Ekonomi Islam Dalam Membantu Masyarakat

MutiaraindoTV, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ekonomi Islam (FEI) Unida mendirikan Koperasi Syariah di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Guna untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam simpan pinjam, pasalnya selama ini. Masyarakat selalu mengalami kesulitan dengan menggunakan jasa, dari Bank Emok.

Istilah dari Bank Emok ini mungkin masih terdengar asing di kalangan masyarakat pada umumnya, tetapi Bank Emok menjadi salah satu Lembaga Keuangan Mikro yang akrab dengan pelaku usaha kecil di kalangan masyarakat Desa Mekarjaya, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.

“Banyak warga yang sudah mengalami kesulitan, karena menggunakan jasa dari Bank Emok ini. Maka dari itu kami mempunyai rasa kepedulian dan mendirikan Koperasi Syariah, agar bisa meringankan beban masyarakat. “Ungkap Mahasiswa FEI Yadi Nurdiansyah. Sabtu, 08 September 2018.

Lanjut Yadi Nurdiansyah, “adapun mekanisme pengembalian yang memberatkan tanpa melihat keadaan atau kondisi si peminjam. Atau sering disebut dengan istilah tanggung renteng, yaitu jika ada anggota kelompok yang tidak hadir dan tidak sanggup membayar maka anggota lainnya harus menanggung angsuran anggota yang tidak hadir tersebut.

Merajalelanya Bank Emok merupakan salah satu alasan mereka sebagai mahasiswa yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Cisapi, Desa Mekarjaya, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi ini. Karena untuk membantu masyarakat mendirikan Koperasi Berbasis syariah, sebagai alternatif untuk melakukan pinjaman atau simpanan dengan system bagi hasil. Sehingga memudahkan masyarakat dalam peminjaman, dengan pengembalian yang tidak memberatkan.

“Dalam hal ini kami Mahasiswa Fakultas Ekonomi Islam yang sedang melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata), sebagai Inisiator Pendirian Koperasi Syariah. Yang dimana pendirian Koperasi Syariah ini dilakukan pada Rabu, 05 September 2018 di Aula Desa Mekarjaya yang dihadiri oleh Kepala Desa Mekarjaya, LPMD, BPD, MUI Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Aparatur Desa lainnya. “Tambahnya.

Ada tiga kesepakatan yang di tanda tangani oleh Inisiator Pertemuan Yadi Nurdiansyah sebagai Ketua Kelompok Kerja Nyata (KNK), Notulensi Julvi Sitifatimah, Ketua BPD Ujang Sukardi, Ketua LPMD Pepen Supendi, Ketua MUI Jamaludin S. Pd. I, dan Kepala Desa Mekarjaya Soleh Komarudin. Diantaranya sebagai berikut :

1. Nama Koperasi “Koperasi Syariah Mekarjaya”

2. Koperasi Syariah di bawah naungan Yayasan Sirojul Ummah

3. Pembentukan Pengurus Koperasi Syariah Mekarjaya (terlampir)

Seteleh dilakukannya Pendirian Koperasi berbasis syariah di Desa Mekarjaya, kami terus berupaya untuk memberikan pemahaman – pemahaman kepada pengurus dengan cara melakukan Study Banding ke dua Koperasi Syariah Kartini dan Koperasi Amanah Madani yang ada di Kecamatan Kabandungan dan Kecamatan Kelapanunggal pada tanggal 7 September 2018.

Setelah selesai kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini kami tidak melepas begitu saja, tentunya kami akan selalu memantau ataupun memonitoring perkembangan Koperasi Syariah Mekarjaya mengingat Koperasi Syariah Mekarjaya masih awal pembentukan.

“Kami sebagai Mahasiswa berharap dengan pendirian Koperasi Syariah ini, dapat membantu masyarakat yang berada di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. “Tutup Yadi Nurdiansyah. (Herwanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *