Inovasi Bupati Muba Dodi Reza, Peduli Petani Karet Membangun Pabrik Pengolahan Aspal Karet Berbasis Lateks Pravulkanisasi

Mutiaraindotv, Musi Banyuasin – Sumatera Selatan, setelah melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dengan Pusat Penelitian Karet dan PT. Jaya Trade Indonesia. Yang dilaksanakan pada bulan Agustus lalu, terkait Rencana Pendirian Pabrik Pengolahan Aspal Karet berbasis Lateks Pravulkanisasi di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin. Senin, 09 Desember 2019.

Untuk saat ini secara bertahap fasilitas Sarana dan Prasarana Pabrik Aspal Karet sudah mulai didatangkan ke Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin.

Pantauan kami di lokasi tepatnya di Workshop PUPR Musi Banyuasin tampak Alat dari Pengolahan Aspal Karet berbasis Lateks Pravulkanisasi sudah tiba dan ditinjau langsung oleh Sekretaris Daerah Musi banyuasin Drs. H. Apriyadi MSi. ” Beberapa alat Pengolahan Aspal Karet sudah datang ke Sekayu, sesuai target dari Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, insya awal di tahun 2020 Pabrik ini nantinya mulai berjalan “, ungkap Sekda Muba, Drs. H. Apriyadi MSi.

Dikatakan, dengan adanya Pabrik Pengolahan Aspal Karet berbasis Lateks Pravulkanisasi tersebut, ini merupakan upaya untuk menggencarkan kelanjutan dari Inovasi Pembangunan Jalan Aspal Karet.

” Pendirian Pabrik Pengolahan Aspal Karet berbasis Lateks Pravulkanisasi ini juga bagian upaya untuk meningkatkan dari Harga Karet di kalangan Petani, sesuai Misi pak Bupati “, ujarnya.

Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, mengatakan di Musi Banyuasin ini tercatat ada sekitar 337 Ribu Hektar Lahan Perkebunan Karet yang 90 % nya, merupakan milik Petani Rakyat. ” Kalau ini sudah berjalan, bayangkan saja akan ada Ratusan Ton Karet Petani yang akan terserap, dan tidak hanya Petani Karet dari Kabupaten Musi Banyuasin saja, akan tetapi Karet dari Petani Rakyat Daerah lain yang ada di wilayah Sumatera Selatan, bahkan juga dari luar Sumatera Selatan “, unjar Bupati Muba.

Kandidat Doktor Universitas Padjajaran ini juga menambahkan, dari Target Pembangunan Pabrik Pengolahan Aspal Karet berbasis Lateks Pravulkanisasi ini, ditargetkan akan selesai dalam kurun waktu Tiga Bulan dan di awal tahun 2020 sudah mulai Operasional.

” Untuk alat Operasional di Support langsung oleh pihak Pusat Penelitian Karet, sambil menunggu Operasional berjalan Pusat Penelitian Karet, juga akan melatih para Petani Karet di Musi Banyuasin “, tuturnya.Pemerintah Kabuapaten Musi Banyuasin yang telah menganggarkan untuk melanjutkan dari Pembangunan Jalan Aspal Karet di beberapa wilayah. Nah dengan adanya Pabrik Pengolahan Aspal Karet berbasis Lateks Pravulkanisasi ini, akan menjadi lebih mudah realisasi dalam Pembangunan Jalan Aspal Karet nantinya, tambahnya. (Mitv SumSel/DLH Muba).

editor ” Awi “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *