Jalan Nasional Bireuen – Takengon Longsor Pasca Banjir Tahun 2018, Kini Jadi Tontonan Pelintas Jalan

MutiaraindoTV, Kabupaten Bireuen – Aceh. Sejumlah titik rawan longsor di lintasan Jalan Nasional Bireuen – Takengon, pasca banjir sebagai kawasan terparah pada November 2018 silam hingga kini ditonton warga dan pengedera. Kamis, 02 Mei 2019.

Hal tersebut disampaikan Keuchik Safrijal ben Sulaiman kepada media ini mengatakan, masyarakat setempat sangat berharap kepada pihak dinas terkait untuk menangani secepat mungkin, agar terhindar kecelakaan maut, “imbuhnya.

Longsoran terparah di KM 19 Duson Kamar mandi yang berpapasan dengan kebun H. Subarni atau sebelum jembatan objek wisata Tebing Penahan itu longsor setelah hujan deras beberapa waktu lalu, badan jalan juga ikut tergerus ke sungai sekitar kurang lebih 10 meter. “Paparnya.

‘’Titik rawan mulai dari jembatan rangka baja Teupin Mane KM 10 hingga KM 24 lintasan jalan nasional Bireuen – Takengon semakin membahayakan pengendara, karena sejak sebulan terakhir terdapat titik lokasi longsoran baru yaitu di KM 11,12,18,19,21, 23 dan KM 24 dinyatakan akan parah, ’’sebut oraang nomor satu itu.

Hal senada disampaikan Mantan Keuchik Sulaiman Ahmad (60 Tahun) kepada media ini mengatakan, longsor tersebut semangkin lama ditelantar semangkin melebar dan dalam hingga telah memakan badan jalan negara. “Ucapnya.

Selain itu ada beberapa longsoran sebelumnya, serta badan jalan turun yang belum mendapat penanganan memadai.

Sebelumnya, pihak Polsek Juli sudah memasang garis police line sebagai tanda – tanda bahaya karna badan jalan turun dan aspal pecah, seperti di KM 13 hingga KM 24 muncul sejak bulan yang lalu. (Iskandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *