Jaringan Internet Jadi Evaluasi UNBK 

MutiaraindoTV, Kabupaten Situbondo – Jawa Timur. Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP/MTs Negeri dan Swasta berakhir kemarin, meski secara umum berjalan lancar, Tetapi ada beberapa kendala yang ditemui sekolah, salah satunya gangguan jaringan internet.

Bupati Situbondo, H. Dadang Wigiarto SH mengatakan, dari laporan yang diterimanya, dari hari pertama sampai terakhir, Siswa mengalami gangguan internet ketika mengerjakan soal. Tetapi, ini hanya terjadi di sekolah pinggiran. Kamis, 25 April 2019.

“Makanya, ini menjadi bahan evaluasi ke depan,” ujarnya.

Bupati H. Dadang mengatakan, dirinya sudah meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk terus memperbaiki kualitas UNBK, terutama dalam penyediaan sarana pendukungnya.

“Tetapi, saya lihat, kesiapan sekolah yang diback up dinas pendidikan (Disdikbud) cukup memadai. Terutama menyangkut kesiapan infrastruktur,” katanya.

Bupati yang sudah menjabat dua periode itu menambahkan, pemerintah melalui Disdikbud terus berupaya memenuhi sarana pendukung UNBK, dari tahun ke tahun, perangkatnya semakin memadai.

“Anggarannya tidak hanya dari DAU, tetapi Dinas minta dari pusat atau keuangan khusus Provinsi. Ini perlu terus dilakukan karena keuangan daerah kurang,” katanya.

Yang perlu diapresiasi, penerapan pembelajaran berbasis digital. Bupati H.Dadang mengatakan, di lembaga – lembaga pendidikan perkotaan, sudah banyak yang memanfaatkan internet dalam proses belajar mengajar.

Hal ini berdampak positif pada pelaksanaan UNBK, buktinya tidak ada siswa yang kesulitan mengoperasikan komputer ketika mengerjakan soal UN.

“Kesiapan murid sangat terlihat, tentu tidak terlepas dari masa pembelajaran yang menggunaka digital yang berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Situbondo, Fathor Rakhman mengakui, sering terjadi gangguan jaringan internet selama pelaksanaan UNBK SMP/MTs. Tetapi, hanya ditemukan di tempat yang geografisnya sulit akses internet. “Itupun hanya terjadi sebentar,” ujarnya.

Sebenarnya, untuk masalah ketersediaan jaringan internet, sudah ada upaya dari Disdikbud. Fathor menerangkan, pihaknya sudah memasang monolop di beberapa SMP, yaitu sistem jaringan yang berguna memperlancar akses internet.

“Ke depan, pemasangan monolop akan kita perbanyak,” katanya.

Disdikbud sudah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi Informatika, dan Persandian (Diskominfo) untuk pemasangan monolop, sudah ada beberapa titik pemasangan yang telah direncanakan.

“Tahun depan sudah lebih banyak,” pungkas Fathor, saat di wawancarai Wartawan Media MutiaraindoTV. (Imam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *